Lumpuh dan Yatim, Ismawati Butuh Perhatian Pemerintah

92
Ismawati (kerudung coklat) didampingi Ibu dan Pakdenya saat dikunjungi di kediamannya di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal

BONDOWOSO – Seorang anak yatim yang tinggal di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal dan merupakan penyandang disabilitas, Ismawati (22), mengaku belum pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

Pasalnya, anak yatim yang telah ditinggal ayahnya sejak baru masuk sekolah dasar ini, semenjak beberapa tahun lalu sudah pernah beberapa kali mengajukan bantuan, baik kepada pemerintah desa hingga kepada Pemkab Bondowoso.

Hal tersebut disampaikan oleh Ibunya, Suryaningsih saat beberapa awak media mengunjungi rumahnya yang berdiding papan kayu. “Sudah pernah mengajukan ke pihak desa, tapi katanya akan diajukan ke Dinas Sosial,” jelasnya, Selasa (21/9/2021), di kediamannya.

Bahkan, Ibunda dari wanita penyandang disabilitas ini mengaku, sekitar 10 tahun lalu pernah diusulkan untuk mendapatkan kursi roda. Namun, dikatakannya, hingga kini belum terealisasi tanpa mengetahui penyebabnya.

Namun demikian, perempuan paruh baya ini, pernah menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). “Tapi sekarang sudah gak ada lagi, sudah dicabut katanya,” sesal Suryaningsih.

Tak hanya itu, Ibunda dari anak yatim ini juga berharap agar ada bantuan biaya pengobatan untuk anaknya yang lumpuh ini. Dia menceritakan, Ismawati pernah menjalani operasi di rumah sakit Jember sebagai upaya agar anaknya ini sembuh. Namun, karena keterbatasan ekonomi, akhirnya upaya tersebut dihentikan.

“Terpaksa kami hentikan pengobatan, karena keterbatasan biaya, saya hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” ungkapnya sambil meneteskan air mata saat melihat anak kesayangannya itu.

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, tak menyurutkan Ismawati untuk berdiam diri saja dengan terus menjalankan usaha jual beli pakaian yang dipasarkan secara online meskipun hasil dari usahanya tersebut tak banyak menghasilkan banyak keuntungan.

“Saya berharap ada bantuan modal untuk usaha yang saya jalankan. Saya butuh etalase,” ungkap Ismawati.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Sumber Tengah, Atimah mengaku, bahwa pihak pemerintah desa pernah mengajukan bantuan untuk Ismawati kepada Dinas Sosial.

“Kami pernah mengajukan 4 orang dari Desa kami untuk mendapatkan bantuan, tetapi hanya 1 orang yang dapat. Ananda Isma ini termasuk yang tidak dapat,” jelasnya singkat.

Untuk diketahui, Ismawati merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya sudah berkeluarga, sehingga kini dirinya hanya tinggal berdua bersama ibunya sejak ditinggal ayahnya meninggal dunia beberapa tahun lalu. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here