Mahasiswa dan Aktivis Desak Pemda Banyuwangi Kembalikan Tanah Desa Pakel

35
aksi mahasiswa dan aktivis di depan kantor DPRD Banyuwangi yang mendesak agar tanah Desa Pakel dikembalikan

BANYUWANGI – Dalam demo peringatan Hari Tani Nasional di kantor DPRD Banyuwangi, puluhan mahasiswa dan aktivis di bumi Blambangan ini juga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi, untuk segera mengembalikan tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, Selasa (24/9/19).

Dari data yang ditunjukkan para mahasiswa dan aktivis, tanah warisan leluhur Desa Pakel, diduga telah dikuasai oleh perusahaan perkebunan PT Bumi Sari dan Perhutani.

“Kembalikan tanah hak masyarakat Desa Pakel,” teriak orator dalam aksi siang hari tersebut.

Dengan membentangkan spanduk protes, massa juga menyatakan penolakan atas program Banyuwangi Industrial Estate Wongsorejo (BIEW). Karena dinilai hanya akan merusak lahan pertanian produktif di Kecamatan Wongsorejo.

Pihak eksekutif dan legislatif bumi Blambangan juga diminta membatalkan hak pakai atas lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Wongsorejo. Selanjutnya dikembalikan sesuai hak petani setempat.

“Tegakkan agenda Reforma Agraria di Banyuwangi, baik dalam rangka pengembalian tanah-tanah rakyat yang dirampas maupun upaya perlindungan dan kesejahteraan hak petani atas kebijakan Perhutanan Sosial,” sergah pendemo.

Dalam aksi damai ini, kaum intelektual mahasiswa dan aktivis Banyuwangi, menyatakan pula dukungan atas penyelesaian berbagai konflik agraria dan sumberdaya di Bumi Blambangan. Termasuk meminta adanya perwakilan petani dalam tim khusus penyelesaian masalah bentukan pemerintah.

Selain mengangkat benang kusut kasus agraria, demo di Hari Tani Nasional ini juga diwarnai penolakan atas RUU KUHP, RUU Pertanahan dan beberapa RUU lainnya serta UU KPK yang dianggap sebagai pelemahan lembaga antirasuha tersebut. (hakim said)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here