Mahasiswa STAI At Taqwa Ikut Cegah Stunting di 3 Kecamatan

18
Pembekalan mahasiswa sebelum menjadi peserta KKN

BONDOWOSO – STAI At-Taqwa Bondowoso melalui Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) melaksakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengangkat tema “Tematik Bersinergi Membangun Desa, Menuju Desa Berdaya Bebas Stunting di Aula lantai 3 STAI At Taqwa Bondowoso, Kamis (19/01/2023).

Acara diawali dengan kegiatan pembacaan sholawat burdah dan dilanjutkan dengan sholat dhuha berjamaah di musholla STAI At Taqwa. Dengan niat meminta izin terlebih dahulu pada Allah SWT agar apa yang sudah kampus niatkan senantiasa bersamaan dengan ridho Allah SWT.

Hal ini juga sesuai dengan wadhifah kita sebagai kampus santri yaitu salah satunya tiada waktu tanpa jamaah, tiada hari tanpa Al-qur’an, dan tiada hari tanpa sholawat.

Setelah itu dilanjutkan laporan dari Kepala P3M, Dr. Miftahus Salam. Dalam laporannya, beliau  menyampaikan bahwa KKN tahun 2023 ini diikuti oleh 255 Mahasiswa dari 3 Prodi, yaitu Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam), Prodi MPI (Manajemen Pendidikan Islam), dan Prodi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Diniyah) yang akan dibagi menjadi 25 kelompok.

“Mereka akan ditempatkan pada 3 kecamatan di Bondowoso, yaitu Kecamatan Sukosari, Kecamatan Pujer, dan Kecamatan Tlogosari,” katanya.

Dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Ketua STAI AT TAQWA Bondowoso. Dr. Suheri yang menyampaikan, grand desain KKN tersebut arahnya mau ke mana yang terang tugas dari masing-masing posko itu tetap keagamaan, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan atau interpreneur termasuk juga lingkungan.

“Itu menjadi misi utama kita namun penekanannya terkait dengan kesehatan pastinya. Karena salah satu penyebab stunting itu bukan hanya kurang makan dan kurang gizi, tetapi salah satunya pernikahan dini. Maka ketika bulan Oktober kemarin kami ke Jakarta dititipi pesan STAI At Taqwa diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk memberikan penyuluhan, perubahan mindset, dan perubahan paradigma kepada masyarakat. Bagaimanapun Pernikahan Dini itu dampak sosial,   pendidikan termasuk stunting itu juga berkorelasi kuat. Maka dari itu tugas kita untuk mengubah mindset masyarakat bahwa pernikahan ini aku harus bisa ditekan. Terutama di 3 Kecamatan ini,” jelasnya.

Kegiatan pembekalan KKN menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan KKN secara keseluruhan. Oleh karena itu, keikutsertaan calon peserta KKN pada kegiatan pembekalan akan menjadi pertimbangan terhadap calon peserta KKN untuk menjadi peserta KKN.

Setiap calon peserta KKN yang telah mengikuti pembekalan dengan mematuhi tata tertib serta memenuhi persyaratan lain akan ditetapkan sebagai peserta KKN STAI At-Taqwa Bondowoso Tahun 2023.

Pesan dari Ketua STAI At Taqwa Bondowoso bagi Mahasiswa sebelum memulai program untuk selalu pamit kepada Allah SWT sesuai dengan konsep yang dilakukan dikampus yakni DPA (Dream, Pray, Action). Selain itu Ketua STAI juga mengamanatkan pada semua posko untuk membawa kultur serta nilai-nilai yang ada di kampus yakni tiada waktu tanpa jamaah, tiada hari tanpa Al-Qur’an, tiada hari tanpa Sholawat, dan tiada perbuatan yang tidak di Ridhoi Allah SWT.

“Kami menyampaikan setiap peserta KKN untuk senantiasa mengkhatamkan Al-Qur’an, kemudian juga membiasakan membaca Sholawat Burdah serta senantiasa melaksanakan Sholat Berjamaah, dan menjaga etika ataupun aturan-aturan yang telah ditetapkan,” harapnya. (rzq/**)

Artikulli paraprakUAS Offline, Ajang Pembuktian Mahasiswa STAI At Taqwa Bondowoso Unggul dalam Prestasi
Artikulli tjetërPeduli Perempuan dan Anak, KPU Bondowoso Sediakan Ruang Laktasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini