Masterplan Alun-Alun RBA Bondowoso Dianggap Pemicu Relokasi PKL

525
Hasil revisi Masterplan Alun - alun Bondowoso 2015

BONDOWOSO- Pedagang Kaki Lima (PKL) alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Kironggo Bondowoso, Jawa Timur yang rencananya akan direlokasi ke daerah sekitar jembatan lama Kironggo merasa kecewa.

Hal itu disebabkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso yang membuat masterplan (rencana induk) dengan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH), tak menanggapi undangan PKL untuk melakukan sharing berasama.

“Memang yang membawahi kami adalah Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) tapi dalam hal ini hanya efek dari masterplan itu. Jadi kami kecewa perwakilan dari DLHP tidak datang,” kata koordinator PKL pagi, Mujiati usai sharing dengan DPRD dan beberapa Dinas, di alun-alun, Rabu (24/5).

Padahal, kata Muji, PKL sudah dari dulu ingin melakukan aksi turun jalan namun berhasil diredam. Karena itu, maka pihaknya ingin duduk bersama untuk mencari solusi terbaik khususnya dengan DLHP.

“Intinya kami hanya ingin tau penjelasan dari DLHP apakah Bondowoso ini benar- benar butuh ruang terbuka hijau sehingga hal itu menjadi dasar akan merolakasi PKL yang sangat butuh untuk menghidupi seluruh keluarganya,” imbuhnya.

Kedepan, lanjut Muji dengan sikap tidak responnya DLHP dengan Inisiatif baik dari PKL maka pihaknya tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi jika tetap direlokasi nantinya.

“Mungkin mereka menganggap undangan kami tidak penting, jadi kami tidak bisa meredam lagi jika tetap direlokasi. Soalnya ini urusan perut,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua paguyuban PKL alun-alun Bondowoso, Buang Yuwono mengatakan sangat keberatan dengan rencana relokasi itu. Apalagi hanya dengan RTH yang menjadi dasar saat ini belum dibutuhkan.

“Sebenarnya kami sangat berharap perwakilan dari DLHP bisa menghadiri pertemuan ini. Karena teman-teman berjualan sebagai mata pencaharian untuk kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

Dilain pihak, Kepala Diskoperindag Bondowoso, Bambang Sukwanto mengaku sudah memerintahkan Kepala UPT Pasar, Miskadin untuk mendatangi acara tersebut juga tidak bisa hadir karena kondisinya sedang sakit.

“Saya inspeksi mendadak bersama dengan Bupati dan Kapolres. Sudah saya disposisikan ke kepala UPT Pasar tapi saya baru tau sekitar jam 12 siang kalau pak Miskadin sedang ijin sakit,” katanya.

Sementara Kepala DLHP Bondowoso, Sudirman saat didatangi ke kantornya tidak ada ditempat, begitupun saat dihubungi via ponselnya tidak menjawab dan terkesan menghindar.

Dalam acara sharing itu, PKL mengundang beberapa perwakilan dari DPRD , DLHP, Diskoperindag, Satpo-PP, Disparpora Bondowoso. Namun perwakilan dari DLHP dan Diskoperindag tidak mendatangi acara yang dihadiri 50 lebih PKL di alun-alun RBA Kironggo itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here