Masyarakat Diajak untuk Gempur Rokok Ilegal

52

BONDOWOSO – Pemberantasan rokok ilegal terus digaungkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso.

Untuk membangun sinergitas dalam penegakan rokok ilegal ini, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dilibatkan dalam mengidentifikasi peredaran rokok tanpa pita cukai di seluruh kecamatan.

“Melalui sosialisasi ini, intinya untuk membekali KIM dengan ilmu, bagaimana mengidentifikasi rokok ilegal. Seluruh KIM nantinya bisa melaporkan jika ada warung, toko maupun penyuplai rokok ilegal di Bondowoso,” kata Sekretaris Dinas Kominfo, Muhammad Subhan, Rabu (22/6/2022).

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPRD Bondowoso, Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, keterlibatan KIM dalam memantau peredaran rokok ilegal sangat penting.

Sosialisasi tersebut, menurut politisi termuda di Bondowoso ini, diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri rokok ilegal dan apa yang harus dilakukan jika menemukan praktek peredaran rokok ilegal.

“Kami berharap memiliki dampak positif dari kegiatan ini, para pedagang mengetahui rokok yang tidak boleh dijual seperti apa dan kalau ada sales rokok ilegal harus bagaimana. Kami berharap rokok ilegal ini dapat ditekan peredarannya,” tegasnya.

Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan, selain sosialisasi yang dilakukan Dinas Kominfo, pemerintah juga melakukan operasi Pemberantasan rokok ilegal yang dilakukan jajaran Satpol PP, Dinas Perdagangan dan beberapa instansi terkait.

“Ada sanksi yang menjerat pelaku pemalsuan cukai rokok, atau memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal. Oleh karena itu, kami butuh kerjasama seluruh masyarakat untuk bersama-sama menggempur peredaran rokok ilegal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pendapatan negara dari sektor cukai rokok tahun 2022 mencapai Rp 197 triliun. Sedangkan Kabupaten Bondowoso mendapatkan alokasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 46 milyar.

Dalam sosialisasi di pendopo Kecamatan Tenggarang tersebut, juga menghadirkan narasumber dari Dirjen Bea dan Cukai Jember, anggota Komisi I DPRD Bondowoso dan KIM dari desa se Kecamatan Tenggarang. (Dong)

Artikulli paraprakBegini Cara Wabup Irwan Membangun Dunia Pendidikan di Bondowoso
Artikulli tjetërGolkar Bondowoso Carnival Meriahkan Reuni Tokoh Golkar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini