Mendidik Generasi Bangsa Berjiwa Entreprenuer

228
Moh Mahrus Hasan, Waka Humas MTsN 2 Bondowoso dan pengurus PP Nurul Ma’rifah, Poncogati-Bondowoso

“Siswa jangan hanya terpaku pada urusan konten kurikulum yang diajarkan di dalam kelas, tetapi bagaimana bisa menambah pengetahuan tentang kewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, dalam 10 sampai 20 tahun ke depa, bangsa ini akan kuat karena banyak yang berjiwa entreprenuer” -Anies Baswedan-

APA entreprenuershipdan entreprenuer itu? Secara etimologi, kewirausahaan (entreprenuership, pelakunya disebut entreprenuer) berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Wira, berarti pejuang, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berwatak agung dan gagah berani. Usaha, berarti berbuat sesuatu, bekerja, dan amal perbuatan. Jadi, wirausaha adalah pejuang yang berbuat sesuatu  (yang baru).

Urgensi Pendidikan Kewirausahaan

Untuk menjawab harapan Mendikbud tersebut, sekolah harus menjadi “kawah candradimuka” bagi para siswa sehingga menjadi orang yang berani dan berjiwa besar dan dapat diandalkan oleh bangsa dan negara, serta memberikan pengaruh yang positif bagi lingkungan sekitarnya. Mendidik generasi bangsa yang berjiwa entreprenuer bisa melalui kurikulum dan desain pembelajaran yang menekankan pada kompetensi dan keahlian (skill) siswa. Pembekalan entrepreneur skills bagi peserta didik menjadi grand strategy sebagai nilai tambah terhadap dunia pendidikan kita. Jika dianalisa, paling tidak ada 3 alasan mendasar sebagai penguat harapan sang Menteri, diantaranya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here