Menuju Unesco Global Geopark, Pariwisata di Bondowoso Mulai Rambah Digital Marketing

76
Kepala Bidang Pariwisata, Arif Setyo Rahardjo, saat membuka pelatihan Digital Marketing di aula Disparpora

BONDOWOSO – Para pelaku industri wisata di Kabupaten Bondowoso mulai melakukan pemasaran melalui digital marketing. Tren ini sejatinya mengikuti gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan internet.

Dampak penggunaan digital marketing sangat signifikan dalam mempromosikan destinasi wisata dan fasilitasnya. Pengaruh digital marketing itu sangat tinggi, mengingat Bondowoso saat ini tengah menyambut Unesco Global Geopark (UGG) yang menjadi lahan baru dalam mempromosikan sektor pariwisata.

Implementasinya, saat ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso tengah memberikan pelatihan digital marketing kepada para pelaku industri sektor wisata, Pokdarwis, biro travel dan para pengelola destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso, untuk bisa memasarkan produk pariwisata secara digital.

“Digital marketing ini merupakan usaha mempromosikan dan memasarkan produk wisata dengan menggunakan media digital. Misalnya, website, social media, online advertising, email direct marketing, forum discussion, mobile application dan lainnya. Strategi ini memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh strategi marketing konvensional,” kata Kepala Bidang Pariwisata, Arif Setyo Rahardjo, Rabu (9/9/2020) di aula Disparpora.

Produk pariwisata, lanjut Kepala Bidang Pariwisata ini, bukan hanya bentukan nyata (tangible) saja, akan tetapi juga ada yang tidak nyata (intangible). Nantinya, keduanya akan dikemas dalam suatu kesatuan rangkaian perjalanan yang hanya dapat dinikmati, apabila rangkaian tersebut dapat memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan.

“Artinya, produk pariwisata itu bukan berupa souvenir, kuliner dan fashion saja. Akan tetapi, ada juga produk intangible, seperti, objek dan daya tarik wisata, jasa travel agent dan tour, jasa pelayanan akomodasi, restoran, rekreasi, dan hiburan. Ini yang nantinya harus juga dipasarkan secara digital,” terang Arif, saat membuka pelatihan digital marketing.

Diharapkan melalui pelatihan ini, ada agen pemasaran melalui teknologi digital marketing yang menyediakan channel kontak marketplace untuk produk pariwisata. Hal ini sangat penting dilakukan sejak dini, sebagai upaya untuk menyambut Unesco Global Geopark (UGG).

“Bondowoso tengah berproses menuju Unesco Global Geopark (UGG). Jadi, Setelah pelatihan ini, harus ada marketplace yang stay dan dipersiapkan untuk memasarkan produk pariwisata, khususnya geo product. Karena, salah satu item yang dinilai dalam proposal pengajuan UGG adalah tentang geo product, jenisnya apa, nanti kita pelajari. Intinya, pelatihan digital marketing ini, menjadi materi skoring penilaian proposal Unesco Global Geopark,” pungkasnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here