Mutasi Jabatan Semrawut, Ini Penjelasan BKD Bondowoso

32
Bupati Bondowoso saat memimpin prosesi pelantikan, mutasi, rotasi dan promosi jabatan administrasi dan fungsional di pendopo bupati

BONDOWOSO – Prosesi pelantikan, mutasi, rotasi dan promosi jabatan pejabat eselon III dan IV yang terdiri dari pejabat administrasi dan pengawas, pejabat fungsional rumpun kesehatan dan pendidikan Kabupaten Bondowoso, Sabtu (21/9/2019) yang dinilai dadakan terkesan semrawut.

Pasalnya, dari 87 pejabat administrasi dan pengawas, 18 mutasi dan pengangkatan dan pemindahan kepala puskesmas, serta 76 kepala sekolah dan 1 pengawas, terdapat 3 jabatan yang diduduki oleh 2 orang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketiga jabatan tersebut diantaranya, Kasipem Taman Krocok yang diemban oleh Yuni Samsi yang baru dimutasi dan Muhammad. Kemudian, Kasi PMD Kecamatan Cermee yang diemban oleh Hendra Aribowo (baru dimutasi) dan Sudaryanto. Yang ketiga yakni Subagio dengan pangkat Pembina IVa dan Satriyo Seputro dengan pangkat Pembina tingkat I (IVb) yang sama-sama disebut menjadi Sekretaris Kecamatan Wonosari.

Hal tersebut diakui oleh Munir, Kasubid Mutasi dan Promosi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, Sabtu (21/9/2019) melalui pesan whatsaapnya. Menurutnya, kekeliruan tersebut terjadi karena beberapa sebab dan bukanlah disengaja.

“Soal kekeliruan memang ada, penyebabnya selain karena terburu-buru, waktunya mepet. Juga karena aplikasi Simpeg nya ada yang tidak valid. Maka jika terjadi kekeliruan, ada mekanisme revisi. Ada ketentuan pada tiap-tiap SK, bahwa jika terjadi kekeliruan dalam penetapannya akan diperbaiki sesuai dengan ketentuan,” terangnya.

Kesalahan pada 3 jabatan yang diisi 2 ASN, menurut Munir ditengarai kurangnya kroscek. Bahkan, proses otak atik ratusan pejabat eselon III dan IV ini terkesan terburu-buru. Terbukti, prosesnya hanya memakan waktu 3 hari 3 malam.

“Tiga nama, perpaduan masalahnya bisa jadi karena krosceknya kurang teliti dan dikejar waktu. Ada juga yang karena data di Simpeg tidak muncul jabatan, sehingga tampak kosong. Teman-teman sudah saling kroscek. Maklum prosesnya cepat, kami 3 hari 3 malam gak tidur sampai tadi pagi,” ungkapnya.

Selain itu, kesalahan 3 nama tersebut akibat pincangnya bidang mutasi di Badan kepegawaian Daerah (BKD). “Di bidang mutasi itu pincang pak, Kabidnya tidak ada, Kasubidnya juga kosong dan satu stafnya tidak mau kerja. Pas kita-kita kerja dari nol dalam waktu singkat,” pungkas Munir.

Sementara, terkait kesalahan penempatan pejabat tersebut, Plt Kepala BKD Bondowoso, Ahcmat Prajitno ketika dikonfirmasi, enggan berkomentar. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here