Nafas Rumah Sakit, Manajemen Baik

Konflik RSUD Bondowoso Jilid II

709
Kurnia Wardani Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia

Oleh : Kurnia Wardani

Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia

Babak baru kisruh RSUD Bondowoso segera dimulai. Setelah tuntutan dari 22 dokter spesialis pada November 2016 lalu tidak direspon cepat oleh Bupati, kini para dokter spesialis itu melayangkan surat pernyataan sikap kepada Kepala Daerah Bondowoso Amin Said Husni. Surat itu berisi ancaman mogok kerja apabila tuntutan mereka untuk perbaikan manajemen rumah sakit tidak mendapat tanggapan lagi, “Kami mengirimkan kembali surat kepada Bupati Bondowoso,” kata Dr Yusdeni saat dihubungi via pesan whatsappnya, Bharata Online (9/11/2016).

Para dokter spesialis itu kembali mempertanyakan hasil dan janji Bupati yang akan mengevaluasi permintaan mereka agar dr Agus Suwardjito mundur dari jabatannya. “Kami telah sepakat untuk mengirimkan surat kepada Bupati. Dan kita beri waktu 1 minggu dulu, jika tidak ada respon dari Bupati, terpaksa kami akan mengirimkan surat mogok kerja.”

1 KOMENTAR

  1. Wah…jauh banget kualitas pelayanan rumah sakit bondowoso dengan masa ke khilafahan. Jangankan dengan masa khalifah. Dengan RS saat ini saja yang masih sama sama di Bondowoso, RSD Bondowoso masih tergolong kurang memuaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here