Optimisme Bondowoso Menuju UNESCO Global Geopark

186

BONDOWOSO – Kabupaten Bondowoso optimis Ijen Geopark bisa menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Pasalnya, saat ini semua persiapan mulai dari sarana dan prasarana, baik jangka pendek dan panjang telah dilakukan. Sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakatpun telah dilakukan.

Saat ini, kekompakan 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengampu Ijen Geopark bersama DPRD Bondowoso, mulai tampak. Bahkan, saat ini semua Komisi di DPRD bersama mitranya telah menyatukan tekat dan semangat untuk membawa Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG).

Rapat kerja gabungan yang digelar di ruang Graha Paripurna tersebut, merupakan langkah jangka pendek dari wakil rakyat bersama mitra lintas komisi, untuk mempersiapkan kedatangan tim assesor dari UNESCO pada Juli 2021.

“Kami mempersiapkan apa saja yang perlu dipersiapkan ketika tim assesor datang melakukan penilaian dan meninjau fakta di lapangan. Apakah sudah sesuai atau tidak dengan dokumen yang dikirim. Namun, dari penjelasan detail dari teman SKPD, semuanya lengkap dan sesuai,” kata  Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, Kamis (26/3/2021).

Basis dari UGG, lanjut Sinung, sejatinya adalah masyarakat. Artinya, saat ada kekurangan dalam tahap jangka pendek ini, tapi masyarakat di sekitar beberapa situs yang termasuk dalam Ijen Geopark bisa berdaya dan sejalan dengan pemerintah, tentunya kekurangan tersebut akan dimaklumi.

“Geopark ini jika kita peras, akan menjadi dua, yakni konservasi dan pemberdayaan. Artinya konservasi adalah upaya melestarikan alam yang seiring dengan pemberdayaan masyarakat di sektor ekonomi, culture, budaya dan geositenya. Secara keseluruhan, 90 persen kita sudah siap,” terangnya.

Kesiapan Kabupaten Bondowoso dalam menyambut UGG ini ternyata bukan kaleng-kaleng. Pasalnya, lanjut Sinung, saat ini sosialisasi kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan tenaga kerja mandiri dan upaya serius dari pemerintah melalui 16 SKPD sudah maksimal.

“Kita tetap optimis. Karena Bondowoso tidak sendiri, ada Banyuwangi yang juga bersama-sama mewujudkan Ijen Geopark menjadi UGG. Tentunya, jika masih ada kekurangan, kita tetap berproses untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik untuk mewujudkan UGG,” terang politisi PDI-P ini.

Keterlibatan Kabupaten Banyuwangi dalam Ijen Geopark ini, menurut Sinung, bukan lagi mempertahankan ego sektoral dari masing-masing kabupaten. Pasalnya, sejak pertama kali menyerahkan dokumen, dua kabupaten ini berkomitmen untuk bersama-sama mewujudkan Ijen Geopark menuju UGG.

“Kalau soal komunikasi dengan Banyuwangi, sejak awal kita ditunjuk sebagai kawasan geopark nasional menuju UGG. Hikmahnya, tidak ada lagi ego sentris sektor kewilayahan antara Banyuwangi dan Bondowoso. Tapi saat ini kita bersama-sama seiring sejalan memenangkan UGG ini,” tegas Sekretaris DPC PDI-P Bondowoso ini.

Dalam kesempatan yang sama, koordinator tim teknis Ijen Geopark yang juga kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Farida, memaparkan progres Ijen Geopark. Persiapan Ijen Geopark terus dimatangkan dan semua SKPD sudah berkoordinasi, untuk menyambut kedatangan tim assesor.

“Penilaian dijadwalkan bulan Juli 2021. Jalur kunjungan tim assesor UGG sudah ada, selama 5 hari dari Banyuwangi hingga Bondowoso. Nantinya kami juga langsung menindaklanjuti penilaian tersebut, untuk melengkapi apa saja yang masih kurang dan perlu kita lengkapi,” katanya di hadapan para wakil rakyat.

Sebagai SKPD pengampu harian Ijen Geopark, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, melalui Kepala Bidang Pariwisata, Arif Setyo Rahardjo menjelaskan apa saja yang telah dilakukan oleh 16 SKPD untuk mendukung terwujudnya UGG.

“Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, serta kerjasama dengan stakekolder, kemudian dengan media dan organisasi pemerintah telah kita komunikasikan untuk melengkapi tatanan dalam upaya menuju UGG. Bahkan, sebagai pengurus harian Ijen Geopark, kami juga telah mengikuti kegiatan-kegiatan nasional, seperti konferensi geopark nasional di Jogja,” ujarnya. 

Sebelumnya, lanjut Arif, sebanyak 60 pegiat pariwisata dari empat kabupaten, diantaranya, Bondowoso, Jember, Situbondo serta Banyuwangi mendapatkan pelatihan peningkatan potensi kapasitas masyarakat dan sumber daya lokal di sekitar destinasi wisata.

“Kegiatan tersebut, merupakan bentuk dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Timur (Jatim), untuk Ijen Geopark wilayah Kabupaten Bondowoso menuju UNESCO Global Geopark (UGG),” tambahnya.

Kabid Pariwisata ini juga mengatakan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar situs Ijen Geopark wilayah Bondowoso, harus inten dilakukan, karena pemerintah tidak ingin masyarakat menjadi penikmat Ijen geopark, tapi harus menjadi pelaku.

“Kami berharap kepada seluruh SKPD yang turut serta dalam mensukseskan UGG ini, bisa menyesuaikan dan memenuhi program-program persiapan menuju UGG. Semua SKPD harus bersinergi dan membuang ego sektoral di lintas SKPD,” harapnya.

Tak hanya itu saja, salah satu SKPD pengampu Ijen Geopark di Bondowoso, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidikan. Bahkan, Haeriyah Yuliati Plt Kadis Dikbud menyatakan, saat ini keterlibatan pelajar dalam mensosialisasikan Ijen Geopark sangat penting.

“Kita sudah melakukan sosialisai melalui lomba vlog, film pendek yang mengangkat tema cagar budaya dan kesenian serta situs-situs yang termasuk di dalam Ijen Geopark. Bahkan, kami sudah mensosialisasikannya kepada guru, pengawas dan mengajak pelajar untuk mengunjugi situs-situs budaya, dan keseninan yang masuk dalam Ijen Geopark,” pungkasnya.

Untuk diketahui, situs geosite yang terletak di kawasan Ijen Geopark wilayah Bondowoso, diantaranya, Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Dinding Kaldera Ijen Megasari, Komplek Mata Air Panas Blawan, Aliran Asam Kalipait, Lava Blawan, Aliran Lava Plalangan, Taman Batu So’on Solor dan Air Terjun Gentongan.

Sementara, untuk Biosite Ijen Geopark terdiri dari Kopi Bondowoso dan Hutan Pelangi. Sedangkan untuk Culture site, diantaranya, situs Megalitik maskuning Kulon, Struktur Gua Butha Cermee dan Gua Butha Sumber Canting, Singo Ulung serta Tari Petik Kopi. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here