Pabrik Partikel Board Berdiri, Kampung Dok Probolinggo Kota Mulai Banjir

63
pabrik partikel board yang berdampingan dengan Kampung Dok

PROBOLINGGO KOTA – Kampung Dok yang terletak di Kelurahan Mayangan, tepatnya di sebelah timur pelabuhan lama Tanjung Tembaga, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggp, kerap kali menjadi langgangan banjir.

Sejak beberapa tahun terakhir, kala musim hujan Kampung Dok selalu mengalami banjir, meski air laut tidak dalam kondisi pasang. Air hujan menggenang di Kampung Dok cukup lama dan sulit mengalir ke laut.

Menurut warga setempat, Rahman (46) mengeluh karena sampai saat ini, banjir selalu datang dan menggenang.

“Jika hujan, air tidak cepat mengalir. Biasanya air lari ke arah sawah lalu langsung menuju ke utara. Sawahnya sekarang jadi pabrik dan pembuangan air hujan jadi masalah yang pada akhirnya menggenang di Kampung Dok,” jelasnya dalam logat madura.

Keterangan lain di sampaikan mantan lurah Mayangan yang juga warga asli setempat. Nelly yang saat ini menjabat di salah satu Kepala Bidang (Kabiid) di Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo memberikan gambaran kemungkinan penyebab mengapa ada banjir di Kampung Dok.

“Dulu kampung dok mempunyai jalan masuk hanya sekitar 1 meter (sekarang 6 meter) dan hamparan sawah yang berdampingan dengan perkampungan. Ketika musim hujan, air menggenang di sawah tetapi air cepat hilang ke arah laut meski keadaan pasang,” katanya Sabtu (20/6/2020).

Namun, setelah berdirinya pabrik partikel board yang berdampingan dengan kampung, membuat sawah menghilang. Ditambah lagi dengan pembangunan pelabuhan baru.

“Memang dibangun juga sungai untuk menampung air saat musim hujan. Namun jika dulu aliran air lurus langsung menuju laut, kali ini sungai di buat berkelok kelok. Apalagi kedalaman sungai tidak merata,” jelas Nelly.

Selain itu, lanjutnya, dulu hanya ada satu pelabuhan Tanjung Tembaga saja, dimana sisi sebelah timur masih berupa hutan bakau (petekang) dan sawah. Kemudian ada proyek pengembangan pembangunan di sekitar pelabuhan dimulai dan jalan lingkar utara.

“Setelah itu berlanjut pembangunan pabrik partikel board, pelabuhan perikanan yang baru, lengkap dengan pasar lelang ikan, perkantoran, pasar ikan, cargo, pergudangan, rumah makan tepi pantai BJBR dan lainnya,” imbuh Nelly.

Hingga saat ini kisah banjir di Kampung Dok belum ada penyelesaiannya. Sudah berkali-kali Kampung Dok dikunjungi Walikota dan pihak pabrik pada saat banjir. Bahkan mendapatkan bantuan juga, namun kampung dok tetap banjir. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here