Pansus Dua BUMD Bondowoso Dibentuk, Penggunaan Anggaran Jadi Materi

215
Rapat Intern pembentukan Pansus di aula DPRD Bondowoso

BONDOWOSO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso menetapkan pimpinan dan keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) melalui Rapat Paripurna Intern. 

Pansus tersebut dibentuk, pasca dilantiknya dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan PT Bondowoso Gemilang (Bogem).

Namun demikian, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, tidak menyebut permasalahan yang menjadi temuan pihak legislatif. Sehingga, dua BUMD di Kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi ini patut di Pansuskan.

“Semua akan dikupas dalam Pansus ini. Dari pelantikan direktur hingga pelaksanaan undang-undang PT Bogem dan PDAM serta Peraturan Daerah (Perda) yang telah kami sahkan,” jelasnya, usai memfasilitasi dibentuknya Pansus di aula Graha Paripurna gedung DPRD Kabupaten Bondowoso, Selasa (14/1/2020).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, adanya Pansus terkait dua BUMD di Kabupaten Bondowoso adalah hal yang biasa terjadi dalam roda pemerintahan, antara pihak eksekutif dan legislatif.

“Ini merupakan perhatian kami sebagai pihak legislatif sebagai mitra dari pemerintah daerah. Kita, DPRD menjadi kontrol,” ungkap Ahmad Dhafir.

Tak hanya itu, dikatakan ketua DPRD Kabupaten Bondowoso empat periode ini, laporan penggunaan anggaran yang telah disetujui oleh pihak legislatif juga menjadi materi dalam pembahasan Pansus tersebut.

“Ini juga menjadi materi yang akan dibahas pada Pansus,” terangnya.
Namun demikian, Ahmad Dhafir berharap agar, dibentuknya Pansus dapat secepatnya menghasilkan rapat kerja. Sehingga, tidak berlarut-larut jika ada masalah.

“Maka, apapun hasil dari rapat kerja kemudian dirumuskan dan disepakati bersama. Bahkan, mungkin di rekomendasi,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here