Pansus Rekrutmen Pimpinan PT Bogem dan PDAM Bondowoso Terus Berlanjut

28
Suasana Raker Pansus dengan beberapa pihak di gedung DPRD

BONDOWOSO – khusus (Pansus) DPRD Bondowoso yang menyikapi permasalahan dalam pelantikan pimpinan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bondowoso Gemilang dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), terus berlanjut. Bahkan, Jumat (7/2/2020) beberapa pihak terkait dipanggil untuk mengikuti rapat kerja di gedung dewan.

Ketua Pansus, yang juga politisi termuda di Kabupaten BondowosoMuhammad Irsan Marwanda Bachtiar menegaskan, jika saat ini Pansus yang dipimpinnya telah melakukan dua kali pemanggilan.

Yang pertama, pejabat yang baru dilantik, yakni Joko Nugroho selaku Direktur administrasi dan umum serta Direktur PDAM, April Ariestha Bhirawa beserta dewan pengawas. Yang kedua pemanggilan Kabag Perkonomian dan Kabag Hukum.

Dari pemanggilan tersebut, ada fakta-fakta yang ditemukan oleh tim Pansus, kita mencari informasi bagaimana proses seleksi pimpinan PT Bogem. Ternyata, Joko Nugroho Direktur PT Bogem memiliki 3 Surat Keputusan (SK).

Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar

“Yang pertama SK Bupati terkait pengangkatan tanggal 26 Desember 2019, yang kedua SK Bupati terkait pencopotan Pak Joko, tanggal 31 Desember 2019. Lalu SK ketiga, berita acara pengangkatan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” katanya, Jumat (7/2/2020).

Sejatinya, lanjut Irsan, yang berwenang untuk mengangkat Direktut PT Bogem adalah RUPS, bukan Bupati. Sehingga, SK pelantikan Joko Nugroho dibatalkan.

“Makanya ada berita acara untuk pengangkatan kembali Direktur PT Bogem,” ujarnya.

Sementara, menyikapi pelantikan Direktur PDAM, Politisi PDI Perjuangan ini juga menanyakan kekosongan dewan pengawas PDAM. Faktanya, dewan pengawas PDAM diangkat kemudian diberhentikan, tanpa ada pemberitahuan kepada Direktur PDAM yang baru dilantik, April Ariestha Bhirawa.

“Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Bondowoso belum bisa menjelaskan, alasan kenapa dewan pengawas PDAM diberhentikan. Padahal dewan pengawas ini sangat dibutuhkan untuk menentukan kebijakan di PDAM,” terangnya.

Sampai saat ini Pansus pelantikan direktur PDAM dan PT Bogem belum bisa memutuskan, apakah pelantikan tersebut salah secara aturan atau tidak. Pasalnya, saat ini Pansus DPRD terus mengembangkan informasi dan fakta-fakta yang didapat. Sehingga, ke depan Pansus akan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan dalam Rapat Kerja (Raker) di gedung DPRD.

“Saat ini kita telah memanggil Kabag Perekonomian dan Kabag Hukum, untuk berkonsultasi dan menanyakan proses pelantikan. Namun, sekarang kita masih menyentuh pelantikan PT Bogem dan kedepannya kita akan membahas PDAM,” terangnya.

Sementara, untuk penyertaan modal PT Bogem, Pansus akan bersurat kepada Pimpinan DPRD dan meminta untuk membahas penyertaan modal PT Bogem.

“Kita fokus kepada pengangkatan Direksi dan Dewan Pengawas PDAM. Setelah rampung kita akan bersurat kepada pimpinan DPRD untuk menyikapi penyertaan modalnya,” pungkasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here