Pasarkan Hasil Pertanian Organik, Diperta Bondowoso Kembali Gelar Pasar Tani

459
Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin didampingi oleh Dwi Wardhana Kepala Diperta bersama Ir Winarto saat menijau stand dan produk sayuran serta bunga anggrek di Pasar Tani

BONDOWOSO – Upaya Dinas Pertanian dan Peternakan (Diperta) Kabupaten Bondowoso dalam mempromosikan hasil produk pertanian organik kembali digeliatkan. Diperta juga terus memfasilitasi para petani dalam memasarkan hasil pertanian, melalui Pasar Tani yang digelar tepat di depan kantor Diperta, Jumat (15/3/2019).

Selain itu, pasar tani yang akan dijadikan agenda rutin Diperta ini, bertujuan untuk mempertemukan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan petani guna memasarkan hasil pertaniannya. Artinya, para petani bisa langsung memasarkan hasil taninya, sehingga dalam hal ini ada keuntungan yang lebih bagi petani dan konsumen.

Mulai dari sayuran, beras, buah-buahan yang ditanam secara organik, dapat ditemukan dan dibeli langsung oleh konsumen. Bahkan, para pembeli juga bisa mendapatkan semua macam produk olahan hingga kemasan.

Produk tersebut merupakan hasil produksi dari beberapa kelompok, diantaranya paguyuban Gapoktan, Balai Penyuluhan, SMK dan petani. Selain harganya lebih murah, semua jenis produk yang dipasarkan lebih segar, higienis dan pastinya tidak mengandung bahan kimia.

Pasar Tani di era kepemimpinan Dwi Wardhana ini, mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso. Bupati KH Salwa Arifin juga meninjau stand-stand di lokasi Pasar Tani dan berkomunikasi dengan konsumen serta para pedagang.

“Ini wadah untuk memperkenalkan produk organik di Bondowoso kepada masyarakat. Sehingga, warga disini bisa mengetahui dan membeli produk pertanian dan perkebunan di Bondowoso,” terangnya seraya menyarankan agar Pasar Tani ini bisa diselenggarakan di berbagai momen.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Dwi Wardhana menjelaskan, keunggulan Pasar Tani dibandingkan dengan pasar induk/tradisonal adalah kualitas dan harga yang relatif murah. Di pasar tani ini juga semua produk yang dipasarkan mayoritas masih segar dan tanpa pupuk kimia.

“Produk yang dijual di pasar tani ini lebih murah, karena petani menjual langsung hasil panennya tanpa melalui tengkulak, selain itu, di pasar tani ini juga lebih berkualitas karena hampir semua produknya adalah organik, dan ini sehat untuk dikonsumsi,” katanya.

Sesuai dengan saran dan petunjuk Bupati Salwa Arifin, Dwi mengungkapkan jika kegiatan yang akan dilakukan setiap bulan tersebut akan dikembangkan dan diselenggarakan di pelosok-pelosok terpencil di kawasan pedesaan.

“Kami akan kembangkan juga di wilayah-wilayah BPP. Khususnya, bukan hanya berpusat di kota saja karena itu juga merupakan bagian dari Diperta,” jelasnya.

Pantauan Media ini, Bupati Salwa Arifin yang memantau langsung jalannya pasar tani sempat mendatangi semua stand yang didirikan. Didampingi Dwi Wardana Kepala Diperta, Munandar Asisten 3 Pemkab, serta Plt. PUPR Mulyadi, juga mengunjungi serambi botanik milik Diperta, yang menjual semua produk jadi pertanian, dan perkebunan.

Bagi anda yang ingin berbelanja aneka produk organik, silahkan datang ke Pasar Tani yang akan diselenggarakan setiap bulan di depan kantor Diperta. Disana, produk organik hasil pertanian yang dijual diantaranya yakni, sayur mayur, beras, kopi, bunga anggrek, dan lainnya. Harga dari produk organik yang dijual itu tak jauh berbeda dengan harga di pasar. Seperti lombok merah per kg dijual Rp 15ribu, dan harga buncis 1/4 kg dijual dengan harga Rp 3.000. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here