Pasca Banjir Ijen, Ini Yang Dilakukan Perum Perhutani KPH Bondowoso

76
Humas Perhutani KPH Bondowoso bersama jajaran terkait saat memberikan edukasi kepada petani sayur di lahan Perhutani

BONDOWOSO – Perum Perhutani KPH Kabupaten Bondowoso terus menertibkan kawasan hutan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka antisipasi terjadinya bencana banjir bandang yang beberapa waktu lalu menerjang dua Desa di Kecamatan Sempol.

Penertiban kawasan hutan tersebut dilakukan bersama antara pihak Perhutani, Polri serta dari unsur TNI.

Salah satu upaya yang dilakukan pada kegiatan penertiban kawasan hutan itu, diantaranya, pemasangan portal pada titik-titik tertentu dalam rangka mengurangi mobilitas kendaraan roda empat masuk ke kawasan hutan untuk mengangkut hasil panen penanaman ilegal.

“Kita juga terus melakukan tindakan preventif, seperti, patroli gabungan di kawasan hutan di petak 82. Pasalnya, disana merupakan kawasan hutan lindung dan ditanami kubis secara ilegal oleh masyarakat,” jelas ADM Perum Perhutani KPH Bondowoso, Agus Sarwedi, melalui Bagian Humas Perhutani KPH Bondowoso, Abdul Ghani, Sabtu (4/4/2020).

Ketika dilakukan patroli gabungan tersebut, imbuhnya, kedapatan petani kubis ilegal yang melakukan pembersihan lahan. Sehingga, pihaknya memberikan peringatan sebagai shock therapy agar mereka tak melakukannya lagi.

“Kita beri peringatan serta pemahaman kepada mereka, bahwa yang dilakukan itu adalah pemicu terjadinya banjir bandang yang menerjang dua Desa di Kecamatan Sempol,” pungkasnya.

Sebelumnya, Perhutani bersama Pemkab Bondowoso beserta stakeholder terkait dan relawan melakukan penanaman pohon di Gunung Suket sebagai upaya antisipasi banjir bandang.

Untuk diketahui, banjir bandang yang membawa material lumpur, kayu dan pasir ini menerjang Kecamatan Ijen hingga dua kali selama tahun 2020. (dis/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here