Pedagang Pasar Sore Wadul Anggota Dewan, Ini Keluhannya

59

BONDOWOSO – Pedagang pasar sore di Pasar Induk Kabupaten Bondowoso melurug kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), setelah sebelumnya lapak mereka ditertibkan karena berjualan di luar gedung yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Mereka menolak ditertibkan untuk berdagang dilantai atas lantaran sepi pembeli. Padahal Pasar Induk Bondowoso telah rampung dibangun oleh Pemkab setempat pasca terbakar beberapa tahun silam.

Koordinator aksi, Siti Aisyah, mengatakan bahwa dirinya serta rekan-rekan sesama pedagang pasar sore tersebut menginginkan agar pasar sore tempat mereka berdagang, tetap berjalan seperti biasanya tanpa dipindah ke lantai atas.

“Alasannya kan takut ada kerumunan. Padahal jika dipindah ke atas, jaraknya juga berdekatan. Kami menginginkan seperti dulu, kita melapak dibawah atau diluar gedung dari pukul satu siang hingga pukul sepuluh malam. Sebelum ada kami, kan memang sudah ada pasar sore,” ungkapnya, Selasa (12/1/2021), usai ditemui Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso, A Mansyur membenarkan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh pedagang tersebut adalah menolak ditertibkan untuk berdagang di lantai atas karena memang sepi pembeli.

Dirinya mengakui pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terkait keluhan pedagang pasar sore tersebut.

“Segera kita carikan solusi,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, solusi permasalahan itu bisa menemukan titik terang jika antara pihak Pemkab Bondowoso dan pedagang yang menolak ditertibkan tersebut dipertemukan atau duduk bersama.

“Biar sama-sama enak. Pemerintah bisa menjalankan aturannya, pedagang juga tak kehilangan atau mengalami kerugian selama berdagang,” kata Mansyur, panggilan akrab Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (Yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here