Peduli Sampah, Ayo Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

63
Sosialisasi diet kantong plastik

BONDOWOSO – Sampah plastik yang sulit tertangani menjadi salah satu atensi pemerintah Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Bersih Sampah 2025. Visi itu pun telah diturunkan dalam sejumlah aturan mulai undang-undang, yaitu UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga ke level teknis di tingkat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Saat ini, sampah plastik menduduki peringkat kedua setelah sampah sisa makanan. Bahkan, tahun 2019 diperkirakan timbunan sampah secara nasional diperkirakan sebesar 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun.

Meski bukan mayoritas, sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit tertangani karena sifat materialnya.Salah satu populasi terbesar dari sampah plastik ialah sampah kantong plastik. Berdasarkan riset, 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahun dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun.

Parahnya, hanya sekitar 5 persen dari sampah kantong plastik yang bisa didaur ulang. Sisanya menguasai hampir separuh lahan tempat pembuangan akhir (TPA) dan butuh lebih dari 100 tahun untuk bisa terurai.

Keprihatinan itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik.

Agar produksi sampah plastik di Bondowoso bisa mengurangi timbulan sampah yang perharinya bisa mencapai kurang lebih 42 ton, DLHP mensosialisasikan ‘Diet Kantong Plastik’  beberapa waktu lalu.

Menurut Abdul Asis, Kasi Pengolahan Sampah dan Limbah B3, sosialisasi tersebut diharapkan bisa didukung oleh seluruh elemen masyarakat, sehingga bisa menggunakan tas plastik sebagai kantong belanja yang mudah terurai.

“Kita masih dalah tahap sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan kantong belanja ini, makanya dengan adanya perubahan perbup nanti bisa kita action,” urai , Kamis (22/8/2019).

Selain mengurangi pemakaian kantong plastik saat berbelanja, pemilahan sampah pada sumbernya juga harus terus digencarkan. Sebab dengan cara tersebut, volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin berkurang.

“Tentunya, peran aktif masyarakat juga harus dilibatkan agar tidak membuang sampah sembarangan. Dan  dengan gerakan menggunakan kantong belanja dari rumah otomatis pengguna plastik akan berkurang,” tuturnya.

Sementara menurut Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bahctiar Rahmat, penggunaan kantong plastik di Bondowoso masih tinggi. Oleh karenanya Pemkab akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang penggunaan kantong plastik.

“Seperti di daerah-daerah lain, mungkin kita akan perdakan, seperti penggunaan kantong plastik yang ada di toko-toko, supermarket dan sebagainya,” tutupnya. (yudi/**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here