Pelaku Usaha Pariwisata di Bondowoso Wajib Terapkan Protokoler Kesehatan Covid-19

72
Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat saat memberikan bantuan alat protokol kesehatan kepada salah satu pengelola destinasi wisata, di Aula Dinas Disparpora

BONDOWOSO – Dibukanya semua destinasi wisata, hotel dan restoran di Kabupaten Bondowoso, memasuki tatahan pola hidup baru atau yang disebut era new normal, menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Selain itu, sejak diterbitkannya Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 50 Tahun 2020, tentang pedoman penerapan tatanan pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) memberikan sosialisasi protokoler kesehatan kepada semua pengelola destinasi wisata.

Bahkan, Pemkab Bondowoso melalui Disparpora memberikan bantuan 80 alat protokoler kesehatan, berupa stiker penerapan era tatanan kehidupan baru, face shield, masker, hand sanitizer, dan beberapa alat protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat, usai memberikan arahan dalam acara sosialisasi protokol kesehatan sektor pariwisata terhadap pengelola daya tarik dan pelaku usaha pariwisata Kabupaten Bondowoso, Kamis (6/8/2020) di aula Disparpora.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Irwan menegaskan kepada semua pelaku usaha di sektor pariwisata untuk menerapkan protokoler kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan, Pemkab Bondowoso akan menindak tegas para pelaku usaha wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Tidak hanya teguran, namun usaha wisata akan ditutup jika tidak mengindahkan aturan pemerintah. Tindakan tegas dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya kluster baru penyebaran Covid-19 di sektor pariwisata,” tegas Irwan Bachtiar.

Dirinya juga mengatakan, pemulihan sektor ekonomi memasuki era tatanan pola hidup bari di tengah pandemi Covid-19, harus seimbang dengan penanganan kesehatan. Oleh karena itu, recovery ekonomi di Bondowoso harus berjalan, jangan stagnan, agar tidak berdampak kepada masyarakat.

“Penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus seimbang. Jangan sampai kita fokus pada penanganan kesehatan saja, tapi ekonomi diabaikan. Begitu sebaliknya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso memberikan bantuan alat protokoler kesehatan. Pasalnya, pemulihan ekonomi di sektor pariwisata, melibatkan banyak pelaku ekonomi, UMKM, restoran dan perhotelan.

“Ekonomi di Bondowoso harus tetap berjalan, tanpa mengabaikan protokoler kesehatan Covid-19. Bantuan yang kami berikan ini harus benar-benar dimanfaatkan, untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di sektor pariwisata,” terang Politisi PDIP ini.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Arif S. Rahardjo menjelaskan, penerapan protokoler kesehatan di sektor pariwisata harus mendapat perhatian dari semua pihak.

“Saya mengajak semua masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan penerapan protokoler kesehatan. Laporkan jika ada pelaku usaha wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Nanti kita tutup sementara, sambil dia melengkapi protokol kesehatan memenuhi ketentuannya,” paparnya.

Arif menambahkan, selama dilakukan simulasi pembukaan sektor wisata dia menilai positif. Tinggal bagaimana masyarakat harus disiplin mengikuti anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Kami terus memantau penerapan protokoler kesehatan di 81 titik wisata bersama TNI dan Polri. Oleh karenanya, kami juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk terus disiplin mengikuti anjuran pemerintah,” terangnya. (rzq/ich)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here