Pemkab Apresiasi Expose Uji Kompetensi SMKN 2 Bondowoso

51

BONDOWOSO – Berbeda dengan sekolah menengah atas lainnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada persiapan siswa untuk menghadapi dunia kerja. Jadi, secara umum, SMK lebih mengasah skill ketimbang SMA.

Badanya lagi, di SMK ada namanya Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang menjadi bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan SMK. UKK ini dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK.

Semisal SMKN 2 Bondowoso yang baru saja menggelar Expose Hasil Uji Kompetensi Keahlian. Puluhan pelajar SMK yang memiliki jurusan tata boga, kecantikan, menjahit dan perhotelan ini, telah melalui UKK dan memiliki karya yang bisa menguatkan mental mereka untuk menghadapi dunia kerja.

Begitu bangganya, puluhan siswa kelas 10 hingga 12 ini, tampak memamerkan hasil karya mereka kepada Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat di GOR Pelita Bondowoso, Jumat (6/3/2020).

Masing-masing jurusan membawakan hasil karyanya dengan tema Expose Hasil Uji Kompetensi Keahlian, Kreatif dan Inovatif dalam Mendukung Pariwisata Bondowoso.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, dalam sambutannya, mengatakan, uji kompetensi ini tak lain untuk peningkatan kompetensi para pelajar sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja, yang memang memerlukan keterampilan yang kompetitif.

“Kegiatan ini pun sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena dari keterampilan yang dikerjakan ke depan juga akan menghasilkan peluang kerja bagi yang lain,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada para pelajar untuk terus berpikir optimis, tekun, dan pandai membaca peluang bisnis dengan keterampilan yang telah diperoleh di sekolah. “Kembangkan dan selaraskan keterampilan kalian dengan kebutuhan pasar yang terbuka luas saat ini,” tuturnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMK N 2 Bondowoso, Faturrahman, menambahkan, di jaman modern saat ini semakin banyak penggunaan mesin atau alat canggih dalam menggantikan profesi yang dikerjakan oleh manusia.

“Karena itu, pentingnya untuk menanamkan jiwa kreatif dan inovatif sejak dini kepada pelajar. Sebagaiman, tema yang diambil dalam kegiatan tahunan ini. Kami mengambil tema kreatif dan inovatif bertujuan agar seluruh pelajar memiliki gagasan, dan sesuatu yang lebih dari saat ini,” ujarnya.

Tampak hadir, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Bondowoso-Situbondo, Mahrus Syamsul, Kepala Bidang Pariwisata Disarpora Adi Sunaryadi, serta sejumlah perwakilan usaha perhotelan, hingga kecantikan dari Jember dan Bondowoso. (Yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here