Pemkab Bondowoso Dukung RS Bhanyangkara Menuju Zona WBK

21
Wabup Irwan Bachtiar Rahmat saat menandatangani MoU dukungan kepada RS Bhayangkara, menuju zona integritas WBK dan WBBM

BONDOWOSO – Rumah Sakit Bhayangkara di Kabupaten Bondowoso menegaskan terus mewujudkan Good Goverment dan Clean Goverment melalui pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). 

Menurut Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, pernyataan yang dilakukan oleh seluruh staff dan karyawan RS Bhayangkara merupakan upaya dukungan kepada pemerintah untuk mewujudkan Good Government dan Clean Government. 

“Pernyataan dari Rumah Sakit Bayangkara ini merupakan sebuah bukti dukungan kepada pemerintah untuk  Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi,” ungkap Wabup usai menghadiri acara pembangunan Zona Integritas WBK di Aula RS Bhayangkara, Jumat (23/4/2021). 

Dikatakan Wabup, ada enam indikator penting yang harus dipenuhi agar bisa masuk dalam Zona Wilayah Bebas Korupsi, diantaranya, tentang manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

“Zona integritas ini merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” paparnya. 

Lebih jauh dirinya menerangkan, instansi yang sudah mendapatkan gelar zona integritas WBK, seperti RSUD Bondowoso, maka dari status tersebut diharapkan juga berimbas kepada Stakeholder yang lain, karena pencanangan zona integritas ini harus melalui beberapa persiapan yang matang.

“Seperti manajemen, pola kepemimpinan, sampai ke staf, maka itu harus betul-betul sudah melakukan perubahan, baik pola kerja dan cara kerja, cara berfikir dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara Heri Budiono, Direktur Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso, mengatakan, bahwa Rumah Sakit Bhayangkara sudah mempersiapkan enam area perubahan seperti pada 6 indikator yang harus ada untuk menuju zona integritas WBK dan WBBM.

“Meliputi manajemen perubahan, manajemen tata laksana, manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan penguatan pelayanan publik,” ringkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here