Pemkab Bondowoso Hibahkan Belasan Mobil Eks Camat

21
Sekda Bondowoso Syafullah saat dikonfirmasi usai menyerahkan mobil eks camat

BONDOWOSO – Sedikitnya 14 mobil dinas yang pernah digunakan untuk mobilisasi para camat di Kabupaten Bondowoso, akhirnya dihibahkan kepada lembaga sosial dan pondok pesantren. Serah terima mobil bermerk Isuzu Phanter tersebut dilakukan oleh Bupati Salwa Arifin yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Syaifullah kepada perwakilan penerima di Pendopo Bupati, Sabtu (16/11/2019).

Sekretaris Daerah Syaifullah menerangkan bahwa mobil dinas yang diberikan merupakan mobil dinas yang sebelumnya digunakan oleh Camat dan para Kepala Bagian. Namun, karena sudah dilakukan pengadaan mobil dinas baru, maka kendaraan roda empat jenis Panther itu dihibahkan.  

“Selain itu, ada sebagian mobil yang dikembalikan ke dinas untuk digunakan oleh Sekretaris Dinas. Sementara, untuk bekas camat dan Kabag dihibahkan. Karena, para Kabag mendapat mobil baru Mitsubishi Xpander, dan camat Toyota Rush,” ungkapnya.

Menurutnya, hibah ini merupakan bentuk apresiasi dan dedikasi kepada mereka yang selama ini terus berjuang. Membantu pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan, dan kesehatan. Seperti, Dewan Riset Daerah (DRD) Forum Anggota Sehat, dan lainnya.

“Tak ada kriteria yang terlalu menohok untuk penerima. Namun, kami mengutamakan penerima yang terus berdedikasi dan terus di depan, dan aktif kepada masyarakat,” tukas Sekda. 

Sementara, Ghazal Rawan, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemkab Bondowoso, menegaskan bahwa hibah belasan roda empat jenis Panther tahun 2006 itu, telah berpedoman terhadap aturan yang ada. Yakni tepatnya Permendagri nomer 19 tahun 2016, dan Perda 4 tahun 2018 tentang pengelolaan barang negara.

“Jadi kita melakukan seperti itu, semuanya harus sesuai dengan aturan. Harus ada pedomannya, jangan serta merta melakukan tindakan untuk pihak lain tanpa didasari dengan aturan. Tidak bisa seperti itu, karena barang ini kan merupakan aset Pemkab. Jadi pengalihan ke pihak lain harus didasari aturan,” katanya.

Ditanya perihal pengadaan mobil baru untuk camat, Gazhal-Panggilan akrabnya, menuturkan bahwa sebenarnya pengadaan sudah dilakukan karena memang usia kendaraan yang sudah memasuki usia 13 tahun, sejak pengadaan pada 2006.

“Sedangkan jika merunut pada peraturan, pengadaan bisa dilakukan manakala usia mobil sudah berkisar tujuh tahun. Tentu mempertimbangkan kondisi kendaraan dan kemampuan anggaran pemerintah daerahm,” pungkasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here