Pemkab Bondowoso Jamin Pendidikan Veronika dan Alfi, Wabup : Sampai Perguruan Tinggi

7
Wabup Irwan tandatangani dokumen pendidikan gratis bagi Veronika dan Alfi

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso bergerak cepat merespon informasi tentang adanya dua anak yatim piatu yang sempat viral, mereka adalah Veronika (1) dan Muhammad Dwi Alfiansyah (10) yang tinggal bersama kakek neneknya di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin.

Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat turun langsung ke lokasi dimana dua anak yatim piatu itu tinggal dan dirawat oleh kakek neneknya, Rabu (25/8/2021). Sebelumnya, dikatakan Wabup kelahiran Bondowoso ini, setelah mendengar info tentang hal tersebut dirinya langsung memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera mengecek kondisi di lapangan.

Berdasarkan hasil kunjungan dari Dinsos, didapatkan informasi bahwa anak yatim tersebut belum memiliki catatan kependudukan, seperti, akte kelahiran, kartu identitas anak (KIA). Sontak, dirinya langsung memerintahkan kepada dinas terkait agar segera mengatasi permasalahan itu.

“Alhamdulillah, dalam waktu satu hari sudah selesai semua,” terang Wabup Irwan kepada awak media.

Tak hanya berhenti disitu, mantan Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini, juga memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat untuk menjamin pendidikan gratis untuk dua bersaudara yang telah ditinggal oleh kedua orang tuanya ini.

Tak tanggung-tanggung, pemerintah daerah memberikan jaminan pendidikan gratis untuk keduanya hingga perguruan tinggi. Dengan begitu, kakek nenek yang mengasuh kedua anak yatim ini tak perlu lagi memikirkan biaya pendidikannya karena sepenuhnya sudah dibiayai oleh pemerintah.

“Sudah ada dokumennya. Siapapun nanti yang memimpin Kabupaten Bondowoso, mereka tetap dijamin bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi,” tegas Wabup Irwan.

Dikatakannya lagi, saat ditemukan hal demikian, maka pemerintah baik dari desa hingga kabupaten wajib hadir ditengah-tengah masyarakat untuk turut serta membantu. Jika ada tanah negara sekalipun, selama masih bisa dikelola oleh masyarakat miskin yang membutuhkan, pemerintah bisa mengalokasikan itu.

“Dengan menyertakan Surat Keterangan Kepala Desa (SKKD) dan dilaporkan kepada pihak kecamatan. nanti saya akan fasilitasi di Badan Pertanahan Nasional(BPN),”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Veronika adalah balita berumur satu tahun ditinggal ibunya saat dia masih berumur 10 bulan. Sedangkan ayahnya meninggal saat balita ini masih berada didalam kandungan.

Sedangkan, kakak Veronika yang bernama Muhammad Dwi Alfiansyah sudah berumur 10 tahun dan sedang duduk di kelas V Sekolah Dasar (SD). Meskipun beda ayah dengan adiknya, Alfi juga telah ditinggal ayahnya meninggal.

Mereka tinggal di rumah kakek neneknya berukuran 5×8 meter yang hanya berdinding kayu dan anyaman bambu. Itupun berdiri ditanah kas desa. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here