Pemkab Bondowoso Kembangkan One Pesantren One Product Melalui E-Commerce

61
Bupati Bondowoso KH Salwa didampingi Kepala Bappeda Farida saat menggelar Workshop di Aula Sabhabina Praja I

BONDOWOSO – Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi berbasis elektronik, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik (E-Commerce).

Melalui E-Commerce ini, Pemkab tengah membidik pengembangan program One Pesantren One Product (OPOP) agar bisa menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat dan Pondok Pesantren itu sendiri. Sehingga, mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, pemasaran melalui dunia elektronik. 

Selain juga ditegaskan dalam peraturan Presiden Nomor 74 tahun 2017 tentang Peta jalan sistem perdagangan Nasional berbasis elektronik (Road Map E-Commerce), sistem ini sejalan dengan amanat peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 1 tahun 2019 tentang Rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2018-2023.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin saat membuka Workshop pengembangan produk usaha unggulan kabupaten bondowoso melalui pemanfaatan E-Commerce di Aula Shababina Praja I, Rabu (4/9/2019).

“Melalui pemanfaatan E-Commerce ini, produk/usaha unggulan Kabupaten Bondowoso bisa dilakukan secara terintegrasi dengan penerapan One Pesantren One Product (OPOP) serta pengembangan santripreneur,” katanya saat memberikan sambutan di hadapan para peserta workshop.

Lebih jauh, orang nomor satu di Bondowoso ini mengungkapkan, jika diera revolusi industri 4.0 ini banyak usaha baru dan produk lokal yang mengagumkan di Bondowoso. Sehingga perlu inisiatif dan inovasi untuk mengembangkan hal tersebut menjadi daya tarik bagi kabupaten lain.

“Untuk menghadapi dinamika ekonomi tersebut, perlu adanya kerjasama antara perangkat daerah dan stakeholder, sehingga produk unggulan Bondowoso mampu bersaing dengan kabupaten lain,” ujarnya.

Sementara, menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Farida mengatakan, melalui workshop tersebut diharapkan dapat mendorong berkembangnya Satu Pesantren Satu Produk (One Pesantren One Product) serta bisa memberikan lapangan kerja bagi pengusaha pemula yang telah memahami dunia digital.

“Melalui workshop E-Commerce ini adalah salah satu pemanfaatan tekhnologi informasi dalam menjalankan usaha berbasis internet,” pungkasnya. (yudi/rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here