Pemkab Bondowoso Tekan Angka Kemiskinan Melalui Program RTLH

144
Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin didampingi Plt Kepala Dinas Perkim, Eko Rusmanto saat menyerahkan kunci rumah kepada warga

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin meninjau Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumber Wringin, Jawa Timur, Jum’at (10/1/2020).

Peninjauan RTLH yang baru rampung dikerjakan tersebut ditandai dengan pemberian kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima di desa setempat.

Menurut Bupati, program yang dicanangkan oleh pemerintah setempat merupakan upaya Pemkab untuk menekan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Bondowoso.

“Alhamdulillah, pembangunan RTLH dan jalan lingkungan sudah rampung dilaksanakan, ini merupakan langkah kami selaku Pemkab dalam membantu meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati Salwa, pembangunan RTLH tersebut sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati membangun Bondowoso dari pinggiran, sehingga Bondowoso bisa melesat.

“Prioritas kami adalah membangun Bondowoso dari pinggiran, Karena Itu sesuai dengan visi misi kita,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Bupati Salwa, dalam pembangunan yang merupakan program APBD 2019 ini, juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentu, ujungnya juga bisa mengentaskan kemiskinan, walaupun sebenarnya indikator kemiskinan bukan hanya ini saja.

“Dengan RTLH ini mungkin bisa terangkat kemiskinan,” jelas Politisi PPP itu.

Sementara menurut, Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Eko Rusmanto mengatakan, Pihaknya saat ini telah melaksanakan program RTLH di kabupaten Bondowoso dengan jumlah 1.322 unit.

“Untuk tahun 2019, kita telah melampaui target, target kita tahun kemarin sebanyak 1.000 unit rumah yang akan di bangun,” ujarnya.

Kendati demikian, untuk tahun 2020, Pihak Dinas Perkim masih tetap mentargetkan seribu unit rumah tidak layak huni yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini.

“Tetapi di APBD dua kita masih menganggarkan Sebanyak 577 melihat kemampuan anggaran yang masih terbatas, sisanya kita akan berupaya untuk menggali dari dana APBN ataupun Provinsi,” tukasnya.

Lebih lanjut, Eko Rusmanto menerangkan, setiap unit RTLH mendapatkan anggaran Rp17,5 juta. Dengan rincian, Rp 2,5 juta digunakan untuk upah pekerja dan sisanya digunakan untuk pemenuhan bahan pembangunan.

“Pembangunannya itu swakelola dari pada masyarakat sendiri. Jadi, kami hanya transfer anggarannya kepada penerima dalam bentuk rekening. Kemudian, disana membentuk kelompok, kelompok itulah yang akan membangun bersama-sama di desanya,” jelasnya.

Ia menerangkan kriteria penerima RTLH bukan hanya melihat kondisi rumah. Namun juga, melihat pendapatan masyarakat yang masuk kategori rendah atau tidak mampu.

“Pengajuan dari desa tetap kita perhatikan melalui Musrenbang. Juga pengajuan lewat DPRD, di jalin aspirasi, itu kita juga perhatikan itu. Juga prioritas pembangunan di Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya.(yudi/**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here