Pemkab Bondowoso Usulkan Raperda Pendidikan Inklusi

37
Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin saat menyampaikan nota penjelasan 9 Raperda di DPRD

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif, kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Raperda ini menurut Bupati KH Salwa Arifin, pendidikan inklusif ini merupakan upaya Pemkab untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang berkebutuhan khusus, untuk memperoleh pendidikan sesuai kebutuhan.

“Raperda ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman serta tidak diskriminatif terhadap peserta didik berkebutuhan khusus,” kata Bupati Bondowoso saat menyampaikan nota penjelasannya dalam Rapat Paripurna di Aula DPRD, Rabu (9/9/2020).

Bupati menambahkan, peraturan daerah tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif ini, akan mampu menjawab tantangan dan tuntutan sosial serta memberikan kepastian hukun dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bondowoso.

“Perda ini nantinya bisa mengatasi hambatan untuk pendidikan inklusif, ketahanan dalam menghadapi tekanan darurat, mempromosikan pendidikan dan pelatihan keahlian maupun kejujuran, revitalisasi guru, harmonisasi pendidikan dan penelitian bagi insttusi yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, serta mengadopsi kurikulum berbasis pada pendidikan inklusif,” jelasnya.

Menanggapi Raperada tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, Ady Kriesna menyatakan, sebelumnya pencanangan Bondowoso ramah pendidikan inklusif sudah dilaunching pada tahun 2017 lalu, semasa pemerintahan Bupati Amin Said Husni, dengan membentuk Pokja.

“Namun, karena belum ada legal standing, pendidikan inklusi di Bondowoso belum bisa diterapkan secara maksimal. Oleh karena itu, di Pemerintahan saat ini mengajukan Raperda kepada DPRD dan kami akan bahas di dalam Pansus,” kata politisi partai berlambang pohon beringin ini. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here