Pemkab dan Perhutani Teken MoU Pengembangan Pariwisata di Bondowoso

55

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) tentang tata kelola destinasi wisata, di kawasan hutan.

Nota kesepahaman tersebut, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Tak hanya itu, Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin juga meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) untuk segera menindaklanjuti proses teknis dari MoU yang ditandatangani tersebut.

“Tolong kepada Disparpora untuk segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata dalam mengelola destinasi wisata, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya untuk meningkatkan PAD Kabupaten Bondowoso,” ungkapnya, Kamis (12/8/2021), di peringgitan pendopo bupati.

Bahkan, dengan ditandatanganinya nota kesepahaman tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso ini juga meminta agar Disparpora dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola setiap destinasi wisata.

“Demi percepatan pembangunan pariwisata di Kabupaten Bondowoso, SDM juga perlu dikembangkan,” pintanya lagi.

Kepala Disparpora Bondowoso, Mulyadi saat dikonfirmasi usai penandatanganan MoU bersama Perhutani

Sementara, Kepala Disparpora Bondowoso, Mulyadi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti secara teknis kerjasama yang dilakukan dengan pihak Perhutani ini, agar pembangunan destinasi wisata dapat maksimal dan tidak terkendala dengan hal-hal administrasi dikemudian hari.

“Hampir 100 persen destinasi wisata kita ini berada di wilayah Perhutani. Jadi, dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, kita selesaikan dulu regulasinya dengan pemangku kawasan hutan, yakni, Perhutani KPH Bondowoso,” jelasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini, dikatakannya, merupakan langkah awal membangkitkan sektor pariwisata di Kabupaten Bondowoso di masa pandemi Covid-19. Semua regulasi pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata harus dipersiapkan lebih awal.

“Supaya kita tidak kelabakan jika pandemi ini sudah berakhir, mengingat Kabupaten Bondowoso sudah turun ke level 3. Insyaallah besok kita kumpulkan pelaku usaha pariwisata untuk bersama-sama atau berkolaborasi dalam rangka membangkitkan sektor pariwisata yang mulai lesu di masa pandemi ini,” papar mantan Sekretaris Dinas PUPR ini.

Di lain pihak, Adm Perhutani KPH Bondowoso, Andi Adrian Hidayat menjelaskan, bahwa nota kesepahaman merupakan awal dari kesepakatan antara pihak pengelola dengan Pemkab Bondowoso untuk bersama-sama mengembangkan destinasi wisata.

“Tentunya dengan nota kesepahaman ini, nantinya akan muncul kesepakatan dengan Pemkab Bondowoso untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata. Sebenarnya, kami di KPH Bondowoso juga memiliki misi yang sama, mengembangkan wisata,” pungkasnya. (Yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here