Pemkab Pantau Harga Daging Sapi di Pasar Maesan

252
Sekda Hidayat MSi saat memantau harga daging sapi di pasar Maesan

Bondowoso – Untuk mengendalikan inflasi memasuki awal Ramadhan tahun ini, Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Bondowoso Drs H Hidayat MSi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Induk Bondowoso, pasar Tamanan dan Pasar Maesan, Kamis (9/6/2016). Dalam operasi pasar tersebut, Sekda didampingi oleh Kepala Diskoperindag, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Asisten Bupati serta Kepala Perum Bulog subdivre dan Muspika Kecamatan Maesan Bondowoso.

Ia mengatakan, pihaknya sengaja melakukan sidak ke pasar-pasar untuk mengetahui sejauh mana tingkat inflasi selama bulan Ramadhan dan menjelang lebaran mendatang.

“Sidak yang kami lebih kepada operasi pasar untuk menekan daya beli konsumen berpenghasilan tetap dan mengendalikan inflasi. Saya ingin tahu kebutuhan pokok apa saja yang mengalami kenaikan dan penurunan harga di bulan Ramadhan ini dan secara umum harga masih stabil,” ujarnya.

Menurutnya, bila terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, Sekda akan secepatnya menggelar operasi pasar untuk menekan harga, sehingga harga tak sampai melambung tinggi.

“Meski belum semuanya naik, namun beberapa komoditas mengalami kenaikan. Seperti harga ayam potong, minyak goreng dan telur. Sementara harga bawang, cabai, dan bawang putih belum mengalami kenaikan. Jika ada kenaikan saya berharap tidak terlalu tinggi. Justru yang mengejutkan tadi harga daging sapi hanya berada di kisaran harga Rp 95 ribu sampai Rp 100 ribu,” ujarnya.

Bersama rombongan, Sekda blusukan menemui dan langsung berinteraksi dengan pedagang. “Kita akan pantau terus perkembangan harga sembako yang ada di pasar, jangan sampai ada pedagang yang menaikkan harga tinggi melampaui batas wajar. Pemkab akan terus memantau hingga menjelang Idul Fitri,” tegasnya.

Sekda lebih lanjut mengatakan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh dinas terkait untuk memantau kondisi kelayakan bahan kebutuhan pokok yang beredar dipasaran.

Untuk mengendalikan inflasi memasuki awal Ramadhan tahun ini, Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Bondowoso Drs H Hidayat MSi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Induk Bondowoso, pasar Tamanan dan Pasar Maesan, Kamis (9/6/2016). Dalam operasi pasar tersebut,Sekda didampingi oleh Kepala Diskoperindag, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Asisten Bupati serta Kepala Perum Bulog subdivre Bondowoso.

Pihaknya sengaja melakukan sidak ke pasar-pasar untuk mengetahui sejauh mana tingkat inflasi selama bulan Ramadhan dan menjelang lebaran mendatang.

“Sidak yang kami lebih kepada operasi pasar untuk menekan daya beli konsumen berpenghasilan tetap dan mengendalikan inflasi. Saya ingin tahu kebutuhan pokok apa saja yang mengalami kenaikan dan penurunan harga di bulan Ramadhan ini dan secara umum harga masih stabil ” ujar Sekda Bondowoso.

Menurutnya, bila terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, Sekda akan secepatnya menggelar operasi pasar untuk menekan harga, sehingga harga tak sampai melambung tinggi.

“Meski belum semuanya naik, namun beberapa komoditas mengalami kenaikan. Seperti harga ayam potong, minyak goreng dan telur. Sementara harga bawang, cabai, dan bawang putih belum mengalami kenaikan. Jika ada kenaikan saya berharap tidak terlalu tinggi. Justru yang mengejutkan tadi harga daging sapi hanya berada di kisaran harga Rp 95 ribu sampai Rp 100 ribu,” ujarnya.

Bersama rombongan, Sekda blusukan menemui dan langsung berinteraksi dengan pedagang. “Kita akan pantau terus perkembangan harga sembako yang ada di pasar, jangan sampai ada pedagang yang menaikkan harga tinggi melampaui batas wajar. Pemkab akan terus memantau hingga menjelang Idhul fitri,” tegasnya.

Sekda lebih lanjut mengatakan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh dinas terkait untuk memantau kondisi kelayakan bahan kebutuhan pokok yang beredar dipasaran.

“Ini sudah kewajiban kami untuk memastikan masyarakat bebas dari makanan dan minuman yang mengandung zat kimia yang berbahaya untuk dikonsumsi. Pastinya kita akan terus pantau seluruh bahan pokok di pasaran,” jelasnya.

Hidayat MSi, menambahkan jika saat ini pihak Perum Bulog Subdivre Bondowoso telah menggelar operasi pasar bersama Diskoperindag. “Ada beberapa kebutuhan pokok yang bisa dibeli oleh masyarakat dalam operasi pasar kali ini, diantaranya beras, gula, minyak dan tepung,” urainya.

Informasi yang berhasil dihimpun Bharata Online, untuk harga sembako dalam operasi pasar hanya dipatok harga sesuai rincianya gula Rp 11.750 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan Rp 11.300 per kilogram dan beras jenis 64 Rp 8.700 per kilogram. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here