Pemuda di Probolinggo Gelar Aksi Tolak Keberadaan ‘KAMI’

11
Aksi pemuda di Kabupaten Probolinggo yang menolah deklarasi 'KAMI'

PROBOLINGGO – Suhu panas perpolitikan di tanah air mulai dirasakan oleh rakyat Indonesia. Hal ini termasuk sejak Keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang banyak menimbulkan penafsiran beragam dari rakyat negeri ini.

Berbagai persepsi dan sikap mulai bermunculan menanggapi koalisi yang sarat dengan kepentingan ini. Bahkan, saat ini mulai bermunculan sikap penolakan secara langsung dari masyarakat yang tidak menghendaki koalisi ada di Indonesia.

Seperti aksi penolakan oleh puluhan orang yang tergabung dalam komunitas pemuda pemudi di Kabupaten Probolinggo, yang menggelar aksi demonstrasi penolakan keberadàan serta rencana deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Senin (8/9/2020).

Pelaksanaan aksi penolakan di desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo ini berjalan dengan tertib. Puluhan masa dalam aksi ini datang dengan berjalan kaki, dipimpin oleh koordinator aksi Kamari SE yang dalam aksinya, masa membentang pamflet yang berisikan penolakan terhadap rencana deklarasi tersebut.

Menurut Kamari, sebagian pemuda dan pemudi yang berada di Probolinggo raya menolak keberadaan KAMI ditanah air.

“Kami akan menolak deklarasi “KAMI” yang akan rencananya digelar di Kota Bandung,” tegasnya.

Lebih lanjut pria yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini menyebut kegiatan deklarasi tersebut sarat dengan kepentingan politik.

“Kami sangat menolak kepentingan politik yang dicampurkan dengan masalah yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan deklarasi KAMI rawan memicu kerumunan masa. Padahal pandemi Covid-19 di Kota Bandung masih belum berakhir.

“Covid-19 belum selesai, mereka (KAMI, red) hanya ingin menggiring partisipan, hanya karena mereka tidak masuk struktural di pemerintahan,” tuturnya.

Untuk itu pihaknya meminta dukungan Gubernur, Bupati dan Walikota terhadap aksi penolakan yang kian santer didengungkan di seluruh Indonesia. Kamari meminta semua pihak agar mementingkan kepentingan rakyat.

“Kepentingan rakyat di Indonesia nomor satu, bukan deklarasi, bukan kepentingan sendiri, bukan kepentingan kelompok, tapi kepentingan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kegiatan aksi penolakan keberadaan “KAMI” ini berjalan cukup lancar dan bernuansa penuh damai. (sdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here