Penyebaran Rokok Ilegal Masih Tinggi

73
Direktorat Bea cukai Jember saat Bimtek Aplikasi Siroleg

BONDOWOSO – Direktorat Bea dan Cukai Jember mencatat sebanyak 105 kasus rokok ilegal yang beredar di tiga kabupaten meliputi Jember, Situbondo dan Bondowoso.

Dari jumlah kasus tersebut, terbanyak mengarah pada hukum pindana. Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan (PP) Direktorat Bea dan Cukai Jember, Darmawan usai mengikuti Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Sistem Pelaporan Rokok Ilegal di Aula Sabha Bina Praja I, Senin (13/12/2021).

“Kita lihat dari kasusnya, tapi kebanyakan memang dari pidana, jadi arahnya ke pidana,” ungkapnya.

Dikatakan Darmawan, saat ini Bea Cukai telah mengamankan sebanyak 1,7 Juta batang rokok ilegal, dari warung kelontong. Sehingga pihaknya bersama pemerintah setempat berharap ada peran aktif dari masyarakat untuk memberantas peredaran rokok tanpa cukai tersebut.

“Yang menjadi sasaran penindakan kita adalah warung – warung kecil, maka dari itu kami melakukan penindakan sekaligus sosialisasi agar tidak lagi menjual rokok ilegal,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengikuti aturan pemerintah tentang larangan mengkonsumsi serta menjual rokok ilegal, selain itu.

Selaon itu, dalam pemberantasan rokok ilegal bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, akan tetapi peran serta dari masyarakat juga harus aktif, sehingga target pemerintah untuk pemberantasan rokok tanpa bea cukai itu bisa segera tercapai.

“Melalui aplikasi Siroleg ini akan mempermudah pihak Pemda untuk mengunduh informasi secara uptodate sehingga tidak ada lagi laporan yang kadaluarsa,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, untuk memberantas rokok Ilegal, pihaknya sangat berharap masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah.

“Masyarakat harus tahu jika, rokok ilegal itu dilarang oleh pemerintah. Karena merugikan Negara. Dengan ketentuan seperti itu, maka masyarakat akan mengurangi untuk mengkonsumsinya. Kalau permintaan rokok ilegal tidak ada disini, maka pemasukan atau pendistribusian rokok itu akan berkurang atau tidak ada,” tukasnya. (yudi)

Artikulli paraprakIkuti Inmendegri, Wisata di Bondowoso Tetap Buka Saat Nataru
Artikulli tjetërApresiasi Lomba Inovasi Daerah, Wabup Irwan: Tingkatkan Pelayanan Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini