Perhutani KPH Bondowoso Klarifikasi Penyebab Banjir Bandang

Adm Perhutani : Banjir di Bondowoso Akibat Hutan Lindung yang Rusak Terbakar

176
Material kayu dan lumpur yang menumpuk di rumah warga, pasca banjir bandang

BONDOWOSO – Pernyataan Bagian Humas Perhutani KPH Bondowoso, Abdul Ghani yang menyebut penyebab banjir bandang yang menerjang Desa Sempol dan Desa Jampit adalah minimnya saluran irigasi, ternyata berbeda dengan pers rilis yang dikeluarkan oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso.

Melalui siaran persnya yang dikirim kepada media ini, Kamis (20/1/2020), pihak Perhutani mengklarifikasi dan menyatakan jika banjir bandang di Kecamatan Ijen diakibatkan karena hutan lindung yang rusak terbakar.

Dalam rilisnya, pasca banjir Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bersama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jas Merah selaku pendamping Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL), siang tadi (Kamis, 30/1/2020) langsung melakukan observasi lingkungan.

Penyebab terjadinya banjir, ditengarai karena luapan air hujan yang berasal dari kawasan hutan lindung petak 101-2 wilayah Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Belawan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukosari.

siaran pers Perhutani KPH Bondowoso atas penyebab banjir di Desa Sempol dan Kalisat

Administratur Perhutani KPH Bondowoso Agus Sarwedi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, bahwa banjir yang terjadi pada Rabu sore tersebut, memang diduga berasal dari kawasan hutan lindung Gunung Suket di petak 101-2.

“Hutan lindung yang luas bakunya 75 Ha tersebut pada tahun 2019 lalu mengalami kebakaran seluas 60 Ha, sehingga kondisi tegakan di hutan lindung tersebut tidak rapat. Bahkan didominasi oleh alang-alang,” ujarnya.

Agus menambahkan, bahwa faktor lain terjadinya banjir tersebut tidak lepas dari intensitas curah hujan yang tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Suket sebagai penyebab banjir bandang.

“Dengan kondisi tegakan berupa tanaman rimba campur dan alang alang, volume air yang besar berasal dari pertemuan dua curah yaitu curah wedi sehingga terjadi daya dorong air semakin besar. Volume air hujan yang turun sangat besar tidak mampu ditampung oleh saluran irigasi yang memang lebarnya tidak memadai sehingga air meluap kerumah penduduk,” terang Agus.

Siang tadi kami menurunkan petugas untuk ikut membantu proses pembersihan material yang berada di depan rumah warga dan memberikan kebutuhan air mineral dan makanan.

“Secepatnya akan dilakukan penanaman bersama di kawasan lindung Gunung Suket, bahkan PT. Medco Energi siap bekerjasama untuk melakukan rehabilitasi,” pungkas Agus. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here