Perhutani sebut Banjir Bandang di Sempol, Karena Minimnya Saluran Irigasi

432
Kondisi tanggul di Desa Sempol yang jebol akibat diterjang material yang dibawa banjir bandang pada Rabu (29/2/2020)

BONDOWOSO – Perhutani KPH Bondowoso menyebut banjir bandang yang menerjang Desa Sempol dan Desa Kalisat Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, dikarenakan minimnya saluran air serta tidak ada sungai penampung.

Bahkan, Bagian Humas Perhutani Kabupaten Bondowoso, Abdul Ghani menampik jika gundulnya hutan di gunung Suket menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di Kecamatan Ijen.

“Berfikir secara logis saja, meskipun hutan di gunung Suket itu lebat. Kalau sudah turun hujan dengan intensitas tinggi, tidak semua air bisa terserap semua dan pasti akan turun ke dataran yang lebih rendah,” kata Ghani di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020).

Bahkan, Ghani melontarkan, saluran irigasi yang terlalu sempit di Dusun Pesanggrahan, tepatnya di depan Koramil setempat, menjadi penyebab meluapnya banjir yang bermuatan material kayu, batu dan lumpur.

“Sedangkan, di Desa Sempol tepat didepan Koramil, saluran air itu terlalu sempit. Apalagi didaerah Sempol tidak ada sungai penampungnya. Itu bukan alibi kami, tapi memang kondisi disana memang seperti itu,” papar Ghani.

Selain itu, pihaknya juga menuding masyarakat setempat yang memelihara hewan ternak membuang sampah sembarangan tepat di saluran air itu.

“Coba ditelusuri dan dilihat, para warga yang beternak kambing disana tidak memberi makan ternaknya dengan rumput tapi dengan ranting-ranting pohon yang masih ada daunnya. Kemudian setelah daun di ranting itu sudah habis, rantingnya dibuang dimana? ya, dibuang di pinggiran saluran air,” tukasnya.

Untuk diketahui, banjir bandang diperkirakan berasal dari gunung Jampit, gunung Malabar dan gunung Suket yang berada disebelah barat Desa Sempol, yang mengalir dan bertemu pada titik pertemuan aliran di jalan depan Posramil Sempol.

Air mengalir menuju satu sungai. Dan karena banyaknya material lumpur dan ranting pohon mengakibatkan air meluap ke perkampungan. Dampaknya, sebanyak 135 rumah di Desa Kalisat dan 80 rumah di Desa Sempol terdampak banjir bandang tersebut. Bahkan, ratusan ternak kambing dan sapi juga terdampak. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here