Peringati HUT Kemerdekaan RI, Disparpora Bondowoso Kibarkan Merah Putih di Destinasi Wisata

56

BONDOWOSO – Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 menjadi momentum kebangkitan semua sektor yang terdampak selama pandemi Corona Virus Desease (Covid-19). Tak hanya sektor ekonomi yang semakin lesu, geliat pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang paling terdampak saat virus mematikan ini mewabah negeri.

Namun, pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pejabat pemerintah untuk menyemarakkan hari lahir bangsa Indonesia. Salah satunya, seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso.

Selain ikut serta memeriahkan hari kemerdekaan dengan mengibarkan sang saka merah putih di setiap destinasi wisata ditengah pandemi, Disparpora juga menyerukan bahwa HUT RI ke-76 sebagai momentum kebangkitan pariwisata di kabupaten yang pernah mendeklarasikan diri sebagai ‘Republik Kopi’ ini.

“Meskipun kita masih menunggu berlalunya pandemi ini, kita tidak boleh diam. Melalui HUT RI ke-76 ini, kita kibarkan bendera merah putih di seluruh destinasi wisata sebagai momentum kebangkitan sektor pariwisata di Kabupaten Bondowoso. Kita harus bangkit dengan melakukan evaluasi-evaluasi serta perbaikan di sektor pariwisata. Ketika pandemi sudah berakhir, kita bisa langsung action. Tak perlu lagi menyiapkan,” papar Kepala Disparpora kabupaten Bondowoso, Mulyadi, usai pengibaran bendera merah putih di Paltuding Kecamatan Ijen, Selasa (17/8/2021).

Sehubungan dengan hal tersebut, dikatakan mantan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso ini, kedatangannya di kawasan Ijen menuju Unesco Global Geopark (UGG), sebagai langkah yang kesekian kalinya untuk melengkapi persyaratan sebelum kedatangan tim assesor untuk melakukan assesment.

“Kita lakukan evaluasi ini untuk mengetahui dan melengkapi apa yang menjadi kekurangan. Sebelum tim assesor itu datang kesini untuk assesment,” jelasnya.

Melalui evaluasi yang dilakukan oleh Disparpora Kabupaten Bondowoso ini, Mulyadi menambahkan, kekurangan yang ditemukan di kawasan Ijen untuk menuju UGG, akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait yang memiliki peran dalam mendukung UGG ini.

“Jadi, bukan tugas dari Disparpora sendiri untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang diminta oleh Unesco. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso harus bersinergi serta saling mendukung melakukan perbaikan. Ini program Pemkab, bukan program Disparpora saja,” katanya lagi.

Diharapkan Kepala Disparpora yang juga pernah menjabat sebagai Kepala PDAM ini, kebangkitan sektor pariwisata di Kabupaten Bondowoso dapat memberikan multiplier effect kepada masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Saya yakin, jika sektor pariwisata di Kabupaten Bondowoso ini sudah maju, sektor perekonomian juga akan terangkat,” pungkas Mulyadi. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here