Pilkades Serentak di Bondowoso Berjalan Sukses

100
Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin bersama Asisten I saat memberikan imbauan usai meninjau pelaksanaan Pilkades

BONDOWOSO – Pelaksaan Pilkades Serentak 171 desa di Kabupaten Bondowoso, berlangsung dengan sukses. Pemenang pun sudah ditentukan berdasarkan hasil rekapitulasi, Senin (15/11/2021).

Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin mengharapkan agar para calon kepala desa harus siap kalah dan menang.

“Terutama, mereka juga harus memberi pemahaman kepada tim suksesnya juga. Bahwa Cakades harus siap kalah menang, juga timnya,” katanya.

Di lain sisi, pihaknya pun mengingatkan agar terus ditanamkan kepada masyarakat bahwa Pilkades ini bukan pertempuran. Tetapi adalah pesta demokrasi.

“Kalau pemahaman itu yang kita tekankan, InsyaAllah tidak akan panas. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi setelah Pilkades,” ujarnya.

Dari 171 desa di Bondowoso total ada 556 calon kades, yang terdiri dari 507 laki-laki dan 49 perempuan. Sementara jumlah DPT (daftar pemilih tetap) dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Bondowoso sebanyak 444.548 orang yang tersebar di 1.004 TPS.

Pelaksanaan Pilkades Serentak di Bondowoso masih dalam situasi Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pelaksanaannya dibagi per TPS tidak dijadikan satu di balai desa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Panitia Pilkades Kabupaten bersama Pj Sekda saat meninjau pelaksanaan Pilkades di Desa Pancoran

Mendapat Perhatian dari Kemendagri

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bondowoso, menjadi perhatian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang  menggelar Pilkades Serentak di tengah Pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, Mendagri berharap agar pelaksaannya tetap menekankan penerapan protokol kesehatan Covid-19 sehingga tidak ada klaster Pilkades.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Mendagri, Yusharto Huntoyungo mengatakan, pada 15 November 2021, Pilkades serentak juga digelar Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Bondowoso sudah menyesuaikan regulasi melalui Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Nomor 52a Tahun 2021 yang telah mengatur mengenai penerapan protokol kesehatan dan pembatasan DPT maksimal 500 orang per TPS.

Selain itu, keadaan yang terkendali dalam penanganan Covid-19 telah dinyatakan oleh Surat Bupati Nomor 140/674/430.9.8/2021 tanggal 19 Oktober 2021. Yakni Laporan Kesiapan Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Pilkades Antar Waktu di Kabupaten Bondowoso Tahun 2021.

“Kementerian Dalam Negeri mengadakan webinar untuk memantau pelaksanaan pilkades serentak di kedua kabupaten tersebut khususnya mengenai penerapan protokol kesehatan,” kata Yusharto Huntoyungo.

Hal itu sesuai dengan Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 112 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa dan memastikan jumlah DPT per TPS.

Termasuk harus sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor Nomor 141/6698/SJ tanggal 10 Desember 2020 tentang Jumlah Pemilih di Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak di Era Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang berjumlah tidak lebih dari 500 DPT.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak lengah terhadap pandemi Covid-19 dengan memperkuat PPKM mikro melalui pengoptimalan posko desa.

“Mendorong penerapan 5M, mendorong percepatan vaksinasi Covid-19, dan melakukan pemantauan kondisi penyebaran Covid-19 pasca pelaksanaan Pilkades Serentak di Bondowoso,” harapnya.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin bersama Kasatpol PP dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa saat menggelar apel pasukan pengamanan Pilkades serentak

Polisi dan Satpol PP Kompak Amankan Pilkades

SUKSESNYA pesta demokrasi Pilkades serentak di Kabupaten Bondowoso, tidak terlepas dari peran serta 880 lebih personil Polri diterjunkan untuk mengamankan jalannya Pilkades 171 desa.

Mereka merupakan personil Polri dari 11 kabupaten/kota lain yang diperbantukan dalam pengamanan Pilkades serentak. Mulai dari Polres Banyuwangi, Jember, Situbondo, Lumajang, Probolinggo, Probolinggo Kota, Pasuruan, Pasuruan Kota, Malang, Malang Kota, dan Mojokerto.

Para personil gabungan tersebut disebar di seribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di 171 desa yang menggelar Pilkades.

Kapolres Bondowoso, AKBP Herman Priyanto, dalam apel pergeseran pasukan operasi mantap praja, di Halaman Mapolres, Minggu (14/11/2021), menekankan, agar semua anggota waspada untuk menjaga keamanan dan turut menekankan pentingnya disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

” Bagaimana kita menciptakan situasi Kamtibmas tetap aman, dan penyebaran Covid-19 tetap terkendali,” ujarnya.

Ia pun meminta agar para Kapolsek mengecek dan mengarahkan dengan betul anggota yang melakukan penjagaan di TPS-TPS. Mengingat, Kapolsek memahami betul medan di wilayahnya, sehingga para anggota yang bertugas tidak salam dalam mengambil tindakan.

“Lebih-lebih, para anggota yang bertugas juga banyak daru kabupaten/kota lainnya. Tolong jaga kehormatan diri dan institusi. Kita semua netral utamanya terhadap pelaksanaan Pilkades,” pungkasnya.

Apel sendiri dilaksanakan dua kali, mengingat jumlah total para personil Polri yang diperbantukan mencapai lebih dari 800. Sehingga, untuk menghindari kerumunan pun dibagi dalam dua sesi apel.

Sementara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menerjunkan 241 personilnya. Mereka langsung dibekali tugas oleh Kasatpol PP dan Bupati Salwa Arifin.

Bupati Salwa menegaskan agar seluruh anggota Satpol PP selalu berkoordinasi dengan pihak – pihak yang terlibat di dalam pengamanan Pilkades serentak.

“Melalui apel gelar pasukan ini, saya berharap pada saat pelaksanaan pemungutan suara bias berjalan lancar tanpa ada suatu kendala apapun,” ungkapnya, di halaman Pemkab Bondowoso, Kamis (11/11/2021)

Lanjut bupati, personil yang terlibat diharapkan tetap menjaga kekompakan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi Protokol kesehatan Covid-19.

“Tetap mematuhi protokol kesehatan, jangan sampai menimbulkan kerumunan massa yang bisa memicu munculnya cluster baru akibat Pilkades serentak ini,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kasatpol PP Slamet Yantoko mengatakan, pihaknya bersama lintas sektoral lain meminta kepada seluruh personil agar tetap menjaga netralitas dan diharapkan tetap menjaga komunikasi terhadap seleluruh tim.

“Saya apresiasi semua yang hadir dan kami berharap seluruh personil yang bertugas pada saat pemungutan suara bisa netral, agar keamanan dan ketertiban bisa tercapai,” paparnya.

Disamping itu, meski dengan keterbatasan personil pihaknya akan berkoordinasi dengan kecamatan untuk penugasan di desa, sehingga penempatan personil diharapkan benar – benar dikondisikan secara maksimal.

“Kita akan berkoordinasi dengan camat. Seefektif mungkin untuk penempatan personil, akan diatur oleh camat yang lebih tahu kondisi di wilayahnya,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh personil yang bertugas, agar tetap mengayomi masyarakat dengan memberikan pelayanan yang maksimal dan humanis.

“Sesuai arahan bupati, petugas harus melaksanakan tugas dengan humanis dan tetap memberikan pelayanan yang maksimal serta menjaga agar Pilkades tidak menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Sukses atau tidaknya Pilkades serentak ini, kata Slamet, tergantung peran dan andil masyarakat didalam menggunakan hak pilih mereka masing – masing. Tanpa adanya unsur pemaksaan dan penekanan.

“Sukses atau tidaknya Pilkades ini tergantung dari tingkat kehadiran masyarakat sebagai pemilih, tingkat partisipasi masyarakat dalam mendukung pemilihan ini sehingga setelahnya Bondowoso tetap berjalan aman dan damai,” pungkasnya. (rzq/tim)

Artikulli paraprakBondowoso Menuju Smart City
Artikulli tjetërPolda Jatim Bersama Disparpora, Bantu Pelaku Wisata di Bondowoso

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini