Politeknik Negeri Jember Berikan Sosisalisasi dan Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan

48

Wuluhan menjadi daerah penghasil kelapa tertinggi di Kabupaten Jember. Banyaknya pohon kelapa yang ada di Wuluhan namun hanya sedikit sekali yang memanfaatkan keunggulan dari buahnya. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi salah satunya minyak kelapa murni yang dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO). Potensi komoditas lokal ini mendorong Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakan dari Polteknik Negeri Jember untuk memberi sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk VCO. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 21-22 Agustus 2021 di Kelurahan Lojejer.

Ir. Cherry Triwidiarto, M.Si selaku anggota pelaksana tim pengabdian masyarakat mengungkapkan bahwa Virgin Coconut Oil (VCO) lebih unggul dari minyak yang diolah secara tradisional, keunggulannya seperti kadar air yang rendah (0,02-0,03%), asam lemak bebas rendah (0,02%), berwarna bening, berbau harum dan berdaya simpan yang cukup lama yaitu sekitar 6-8 bulan.

Menurut ketua pelaksana pengabdian masyarakat Irma Harlianingtyas, S.Si., M.Si, Produk VCO menjadi makin dicari konsumen karena VCO mempunyai khasiat yang baik terhadap kesehatan antara lain dapat menurunkan berat badan sebagai diet VCO, sebagai anti oksidan, anti virus, anti protozoa dan anti bakteri. VCO juga berkhasiat untuk membantu mengurangi resiko penyakit aterosklerosis, mendukung sistem fungsi kekebalan, membantu mencegah osteoporosis, membantu mengendalikan penyakit diabetes, penyedia sumber energi spontan, membantu menjaga kehalusan kulit, mengurangi resiko kanker, menghancurkan virus-virus membahayakan seperti halnya herpes, hepatitis C dan HIV, memperbaiki sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi, membantu mencegah penuaan dan pengkerutan kulit”

“Pembuatan produk VCO ini sangat sederhana, hanya dengan teknik pemutaran (sentrifugal) menggunakan mixer untuk memecah antara air, protein dan minyak. Tahap awalnya santan kelapa didiamkan selama kurang lebih 2 jam, hingga terpisah antara kanil dan air. Kemudian airnya dimixer selama 20 menit kemudiankan didiamkan selama 24 jam pada suhu ruangan hingga terpisah minyak, protein, dan airnya” ungkap Ir. Usken Fisdiana, M.ST selaku anggota pelaksana.

“Cara pembuatan VCO ini sangat sederhana dan mudah dipraktikan dirumah. VCO yang dihasilkan juga sangat jernih dan bisa langsung dikonsumsi. Hanya saja kendalanya butuh kesabaran karena membutuhkan waktu 2 hari hingga selesai pengemasan”, ungkap Tacik Sundari salah satu peserta.

Selaku Ketua RT 01 Dusun Sulakdoro Kelurahan Lojejer Siti Hidayatul, sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan tim Pelaksana yang telah memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan VCO, kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan kelapa yang dimiliki, serta dapat memotivasi warga untuk berwirausaha secara mandiri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here