PPKM Darurat Diperpanjang, Bupati Salwa : Jangan Merasa Didzolimi Pemerintah

183
Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin saat melepas iring-iringan mobil pengangkut bantuan di pendopo

BONDOWOSO – Pemerintah memperpanjang waktu penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang mana pada akhir-akhir ini mengalami kenaikan kasus yang sangat signifikan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin meminta kepada masyarakat untuk tidak menyalahkan pemerintah yang menerapkan kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali ini agar diperpanjang.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar angka penyebaran kasus Covid-19 terus menurun serta dalam rangka menyelamatkan masyarakat dari pandemi virus mematikan ini.

“Jangan pernah memiliki rasa didzolimi oleh pemerintah dengan diperpanjangnya PPKM Darurat ini. Itu semua merupakan langkah pemerintah untuk kebaikan bersama di masa pandemi seperti sekarang ini,” ungkap Bupati kelahiran Bondowoso ini saat memberangkatkan distribusi bantuan beras TNI-Polri bagi masyarakat terdampak PPKM Darurat, Kamis (22/7/2021), di Pendopo Kabupaten.

Bahkan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, KH Salwa Arifin menghimbau serta meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama melangkah memerangi wabah mematikan ini dengan tidak saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. Baik masyarakat sendiri maupun pemerintah.

“Jangan ada pro dan kontra. Kita harus satu suara. Apa yang diterapkan pemerintah harus selaras dengan perilaku masyarakat. Jika tidak, sangat mustahil kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 yang kian meluas ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang diusung partai berlambang Ka’bah ini tak lupa pula mengingatkan masyarakat agar selalu patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menghindari kerumunan serta menjaga jarak.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta agar garda terdepan dari Satgas Covid-19 di Kabupaten Bondowoso terus mengoptimalkan sosialisasi prokes tersebut kepada masyarakat.

“Baik di tingkat kabupaten, maupun tingkat desa atau kelurahan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bantuan beras TNI-Polri itu menyasar 12.590 kepala keluarga yang terdampak PPKM Darurat yang belum tercover dalam bantuan sosial pemerintah, seperti, PKH, BST hingga BLT DD. Masing-masing penerima mendapatkan 5 kilogram beras. 

Sedangkan, jumlah total bantuan beras yang didistribusikan TNI-Polri tersebut sebanyak 62 ton. Pada kloter pertama ini didistribusikan sekitar 47.700 kilogram. Untuk sisanya didiatribusikan pada kloter kedua. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here