PPKM Darurat, PKL Alun-alun Bondowoso Menjerit

87
Alun-alun Bondowoso yang ditutup total sejak penerapan PPKM Darurat tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang

BONDOWOSO – Dalam rangka menekan angka penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19), Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali hingga 17 hari lamanya. 

Seperti halnya di Kabupaten Bondowoso yang telah menerapkan PPKM Darurat mulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Diterapkannya PPKM Darurat tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso harus melarang aktivitas masyarakat dari sektor pariwisata hingga sektor bisnis dan kegiatan lain yang menyebabkan kerumunan.

Selain itu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) alun-alun yang tergabung dalam sebuah paguyuban merasakan dampak yang luar biasa hingga mereka terpaksa tidak berjualan karena selama PPKM Darurat, akses jalan di seputaran taman kota ini ditutup.

Salah satu PKL alun-alun yang sehari-harinya berdagang nasi pecel, Mujiati mengatakan, bahwa dirinya serta rekan-rekannya mengaku sangat terdampak dengan diterapkannya PPKM Darurat ini.

“Dampaknya sangat besar sekali bagi kami. Kami tidak bisa berjualan karena akses jalannya ditutup. Meskipun ada yang bisa berjualan, itu tidak bisa diharapkan, sepi dari pembeli. Ini akan terjadi sampai tanggal 20 Juli mendatang,” keluhnya melalui pesan Whatsappnya, Rabu (7/7/2021).

Sebelum diterapkannya PPKM Darurat ini, diakui perempuan yang akrab disapa Mujiati, perekonomian para PKL alun-alun dalam masa pandemi saat ini masih sempat mengalami kestabilan untuk penjualannya.

“Belakangan, sudah stabil. Tapi setelah diterapkannya PPKM Darurat yang mengharuskan akses jalan di alun-alun ditutup, semua PKL menjerit,” pungkas Mujiati yang juga ditunjuk sebagai Ketua Paguyuban PKL alun-alun RBA Ki Ronggo ini.

Untuk diketahui, akses menuju ke alun-alun ditutup berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 15 tentang PPKM Darurat dibagian ketiga poin (h) yang menjelaskan, fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara.

Sementara, data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per tanggal 7 Juli 2021, jumlah masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 3261 orang. Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh mencapai 2698 orang. Sedangkan untuk pasien Covid-19 yang diharuskan dirawat sebanyak 306 orang. Pasien yang meninggal akibat terkonfirm Covid-19 ini mencapai 257 orang. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here