PPKM Dicabut, Masyarakat Tetap Harus Waspada

16
Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat saat dikonfirmasi perihal dicabutnya PPKM darurat

BONDOWOSO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang selama ini menjadi kebijakan untuk menekan penularan Covid-19 telah resmi dicabut. Meski demikian masyarakat harus tetap waspada karena status darurat Covid-19 nasional belum berakhir.

Perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki dua status darurat Covid-19 yang tertuang melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia. Pertama, Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertanggal 31 Maret 2020. Kedua, Status Bencana Non-Alam sebagai Bencana Nasional yang ditandatangani pada tanggal 13 April 2020.

Pencabutan status darurat Covid-19 di Indonesia tentu saja harus menunggu arahan WHO (World Health Organization). Hal tersebut terkait dengan WHO yang belum mencabut status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Global (Public Health Emergency International Concern/PHEIC) Covid-19.

Dalam kesempatan konferensi pers di Istana Negara Jakarta, Presiden Jokowi menuturkan, untuk status kedaruratan tidak dicabut karena pandemi belum berakhir sepenuhnya. Pandemi ini sifatnya bukan per negara, tetapi sudah dunia. Sehingga status kedaruratan kesehatan tetap dipertahankan karena harus mengikuti status dari PHEIC.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes),Mohammad Syahril mengatakan, pandemi Covid-19 masih berlangsung meski pemeirntah sudah resmi mencabut PPKM. Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada, artinya suatu saat pandemi ini bisa terjadi lagi dengan subvarian baru yang memicu kenainal lonjakan kasus.

Syahril juga menyatakan kesiapan pihak Kemenkes dan jajarannya untuk mulai menyiapkan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), alat-alat dan obat jika nantinya terjadi kenaikan kasus covid-19. Tentu saja harapannya tidak terjadi lonjakan kasus lagi.

Di kesempatan yang sama, M Syahril juga menjelaskan bahwa pencabutan status PPKM tidak bisa disamakan dengan pencabutan status kedaruratan kesehatan. Apalagi ada tahapan yang berbeda utuk mencabut kedaruratan.

Sebelumnya, M Syahril juga menjelaskan, jika merujuk pada pernyataan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikatakan bahwa memang tanda-tanda akan berakhirnya pandemi Covid-19 sudah bermunculan.

Pencabutan PPKM juga menjadi atensi bagi semua Kepala Daerah yang ada di Indonesia. Artinya, dicabutnya PPKM bukan berarti Covid-19 telah berakhir. PPKM merupakan intervensi pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat demi mencegah terjadinya penularan.

Berdasarkan indikator-indikator yang menunjukkan situasi pandemi membaik, pemerintah juga telah memutuskan untuk mencabut indikator tersebut. Sebagai gantinya masyarakat perlu untuk tetap waspada terhadap kerawanan penularan karena pandemi belum tuntas di tingkat dunia.

Gubernur, Bupati dan Walikota mendapatkan instruksi dari Mendagri untuk melakukan pembinaan dan pengawasan secara ketat terhadap pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayahnya, termasuk melakukan asesmen indikator Covid-19 untuk menilai laju penularan dan kapasitas respons.

Seperti halnya di Kabupaten Bondowoso, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan, kendati PPKM sudah dicabut.

“Kami tetap menghimbau agar masyarakat menggunakan masker dan taat protokoler kesehatan. Ijin keramaian dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, juga diperketat. Intinya, jangan sampai Covid-19 ini datang lagi,” katanya, Jumat (06/1/2023) di Alun-alun Bondowoso.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memastikan kapasitas pemeriksaan Covid-19 tetap diperkuat meskipun pemerintah telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meskipun PPKM telah dicabut, namun pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga program pengendalian Covid-19 masih tetap dilanjutkan.

“Kapasitas pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan Covid-19 perlu tetap diperkuat guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 kendati PPKM telah dicabut,” terang Irwan.

Ada 4 Pasien Covid -19 di Bondowoso

KENDATI PPKM dicabut secara nasional, ternyata di Kabupaten Bondowoso masih terdapat 4 orang pasien positif Covid-19, yang saat ini tengah mendapatkan perawatan di RSUD dr H Koesnadi.

“Pasien yang dirawat hari ini ada 4,” kata Direktur Utama RSUD dr H Koesnadi, dr Yus Priyatna Adryanto, Sabtu (7/1/2023) melalui pesan whatsappnya.

Selain itu, dokter spesialis paru ini juga mengajak semua masyarakat di Bondowoso untuk melakukan vaksinasi lengkap. Pasalnya, dirinya tidak ingin masyarakat lalai dalam prokes dan vaksinasi booster.

“Untuk masyarakat yang masih belum vaksinasi booster segera vaksin. Ini bisa mencegah agar Covid-19 tidak kembali melanda,” pesannya.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan di RSUD Bondowoso, Yus Priyatna menegaskan tetap berjalan seperti biasanya dengan menerapkan protokoler kesehatan yang ketat.

“Untuk pelayanan tetap mematuhi protokoler kesehatan,” pungkasnya. (rzq)

Artikulli paraprakPenghijauan di Badean, Wabup Irwan : Ini Harus Direplikasi oleh Kelurahan Lain
Artikulli tjetërBondowoso Mulai Kembangkan Sapi Belgian Blue

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini