PPKM Level 4, PKL Alun-alun Bondowoso : Kami Ingin Berjualan lagi

84
Suasana alun-alun RBA Ki Ronggo tempat PKL berjualan saat penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali

BONDOWOSO – Pedagang Kaki Lima (PKL) paguyuban alun-alun RBA Ki Ronggo meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk diperbolehkan kembali berdagang.

Pasalnya, sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak 3 hingga 20 Juli 2021 lalu, akses jalan menuju alun-alun RBA Ki Ronggo ditutup total, sehingga PKL tidak bisa berdagang.

Ketua Paguyuban PKL alun-alun RBA Ki Ronggo, Mujiati menyampaikan, agar Pemkab Bondowoso segera membuka akses jalan yang ditutup tersebut agar supaya para PKL bisa berdagang kembali.

Permintaan tersebut sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 24 tahun 2021 tentang PPKM level 3 dan 4. Menurutnya, dalam Inmendagri tersebut, aktivitas perdagangan sudah diperbolehkan lagi hingga jam 21.00 WIB.

“Bondowoso ini kan masuk level 4, kami berharap Pemkab segera membuka akses jalan di Alun-alun agar kami para PKL bisa mencari nafkah kembali,” harap Mujiati, Selasa (27/7/2021).

Tak hanya itu, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Mujiati beserta anggota PKL lainnya akan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan (prokes).

“Kalau perlu saat kita diperbolehkan jualan lagi ya dijaga Satgas Covid-19. Apabila ada yang melanggar, diamankan saja,” tegasnya.

Namun demikian, saat dimintai keterangan soal permintaan Ketua PKL Paguyuban alun-alun RBA Ki Ronggo, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso, M Imron mengatakan bahwa pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

“Kami masih akan dilakukan sosialisasi terhadap teknis yang harus diterapkan oleh Pemkab setempat. Dalam Inmendagri tersebut, PKL hanya diperbolehkan berjualan hanya sampai pukul 20.00 WIB. Untuk teknis diperbolehkannya para PKL berjualan lagi di alun-alun, masih akan disosialisasikan oleh pihak terkait,” ungkapnya.

Untuk langkah preventif dari Satgas Covid-19 agar tak bertambah tinggi penyebaran virus mematikan ini, dikatakannya lagi, masih menunggu sosialisasi tersebut selesai.

“Kalau untuk penerapan prokes, kita mengacu kepada regulasi yang ada. Artinya sama dengan prokes sebelumnya. Prokes harus dimulai dengan sosialisasi tersebut,” pungkas Imron.

Untuk diketahui, pemerintah memutuskan penerapan PPKM level 4 diperpanjang mulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here