Pro Kontra Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19, Ini Kata Wabup Irwan

4
Wabup Irwan saat memimpin rapat koordinasi dengan tim satgas covid-19

BONDOWOSO – Sudah dua pekan, di Bondowoso penuh kontroversi terkait pemulasaran jenazah pasien covid 19.

Sudah terjadi dua kasus penolakan dari warga dan keluarga pasien, yakni di Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan dan Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari. 

Karena hal tersebut, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat menanggapi. Ia menerangkan, setelah dilakukan identifikasi ternyata salah satu penyebabnya yakni informasi hoax bahwa sebelum pemakaman dikabarkan jenazah akan diotopsi, dan organ tubuh jenazah diambil. 

Kondisi ini pun semakin diperparah dengan keterlambatan datangnya jenazah ke rumah duka dan provokasi yang terjadi di lapangan. 

“Karena itulah muncul ketakutan-ketakutan di masyarakat,” paparnya, saat memimpin Rakor di Pendopo Bupati, Kamis (22/7/2021). 

Padahal, kata Wabup Irwan, pada saat proses pemandian jenazah di kamar jenazah RSUD dr. Koesnadi, pihak keluarga bisa turut mendampingi proses pemulasaran dengan disediakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sebetulnya kita sudah memberikan ruang kepada pihak keluarga untuk memandikan dan pemulasaran jenazah,” ujarnya. 

Terkait keterlambatan datangnya jenazah, jelasnya, untuk armada ambulance akan dibuat gruop yang siaga di kantor Kecamatan untuk membantu mem-back up bila terjadi proses antrian pemakaman di rumah sakit. 

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya peran Forpimcam untuk lebih pro aktif dalam mengedukasi kepada masyarakat. 

“Peran Camat, Danramil, Kapolsek Ini harus lebih pro aktif lagi melakukan pendekatan kepada masyarakat,” ujarnya. 

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Moh. Imron menerangkan, jika memang keluarga tak mau menggunakan peti jenazah, diperbolehkan.

Namun, harus tetap mematuhinya protokol kesehatan. Salah satunya, tidak boleh membuka kembali kantong jenazah hingga dimakamkan. 

Jika hendak menyertakan tanah pada jenazah, kata Imron, agar keluarga berkoordinasi dengan tim pemulasaran. 

“Silahkan menggunakan kantong jenazah. Regulasinya boleh. Tetapi penggunaan kantong jenazah ini tetap menjadi pilihan kedua. Tak boleh membuka kantong jenazah,” tutupnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here