Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso Gelar Yudisium

559
Ketua organisasi profesi PPNI Provinsi Jawa Timur saat membacakan sumpah 55 yudisi

BONDOWOSO – Sebanyak 55 lulusan program studi (Prodi) DIII Keperawatan Universitas Bondowoso, tahun akademik 2017/2018 angkatan XI, mengikuti Yudisium pengambilan sumpah, di aula Hotel Palm, Kamis (21/2/2019).

Yudisium tersebut dihadiri oleh Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin yang diwakilkan kepada Kepala Dinas Kesehatan, dr M Imron. Selain itu, tampak hadir Rektor Universitas Bondowoso, Ketua Program Studi DIII Keperawatan, Direktur Rumah Sakit dr Koesnadi, Ketua organisasi profesi PPNI Provinsi Jawa Timur, Ketua PPNI Bondowoso serta orang tua para wisudawan.

Usai pengambilan sumpah, Bupati Bondowoso yang dalam hal ini diwakilkan Kepada Kepala Dinas Kesehatan, dr M Imron mengatakan, jika keberhasilan ini patut disyukuri.

Menurutnya, para yudisi yang dikukuhkan, nantinya dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan mereka dalam mengisi pembangunan khususnya di Kabupaten Bondowoso.

“Kalian adalah generasi penerus yang peduli terhadap pembangunan dunia kesehatan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, sehingga Kabupaten Bondowoso dapat menjadi barometer bagi kabupaten lain,” katanya.

Penyematan pin tanda kelulusan

Selain itu, Yudisium kali ini merupakan satu langkah awal bagi para yudisi untuk memulai langkah dan mencari pengalaman baru. Oleh sebab itu, Bupati berpesan untuk tidak berpuas diri, karena tantangan ke depan sudah menunggu.

“Jadikan tantangan yang ada sebagai peluang untuk menggembleng diri untuk lebih maju,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Bupati, dunia kerja saat ini menuntut kualitas, karena itu perlu untuk terus meningkatkan kualitas keahlian karena kualitaslah yang menentukan citra dan kepercayaan masyarakat.

“Teruslah belajar, tambah wawasan dan pengetahuan, bila perlu lanjutkan lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau ikuti seminar, workshop, dan pelatihan-pelatihan yang bisa menunjang peningkatan pengetahuan serta ketrampilan di bidang kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat,” terang dr Imron menyampaikansambutan Bupati Bondowoso.

Para yudisi harus siap menghadapi persaingan yang ada. Buktikan kepada keluarga dan masyarakat bahwa ilmu yang telah saudara-saudari pelajari adalah ilmu yang bermanfaat di tengah-tengah masyarakat dan mampu merubah perilaku masyarakat yang berkaitan di bidang kesehatan.

Wisuda ini, lanjut Bupati Bondowoso, merupakan refleksi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai acara seremonial rutin semata.

“Tetapi lebih dari itu harus disikapi secara arif dan bijak untuk melakukan koreksi terhadap proses manajerial penyelenggaraan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian hasil yang telah dicapai,” pesan Bupati Bondowoso.

Keberhasilan ini, lanjutnya, merupakan hasil kerja keras dan usaha dari seluruh civitas akademika yang ada di Prodi DIII Keperawatan, termasuk dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Bondowoso.

“Kami senantiasa mendukung masyarakat, agar terus berupaya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, agar kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bondowoso semakin meningkat,” tukasnya.

Penandatanganan sumpah oleh Ketua PPN Jatim dan Ketua Program Studi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso bersama perwakilan yudisi

Sementara itu, penyerahan sertifikasi kelulusan diserahkan langsung oleh Ibu Yuana Dwi Agustin SKM M.Kes, selaku Ketua Program Studi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso.

Dalam sambutannya, Yuana Dwi Agustin mengatakan, Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso sudah meluluskan 11 angkatan dengan 648 perawat, dimana dari jumlah tersebut, 90 persen diantaranya sudah diterima bekerja di seluruh Kabupaten Bondowoso.

“Bahkan, ada yang sampai bekerja di Taiwan dengan gaji yang mencapai Rp15 juta. Selain itu, tahun 2019 ini, sebanyak 15 lulusan Prodi DIII Keperawatan Universita Bondowoso, lulus tes PNS,” ungkapnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here