Proses Penerapan e-RDKK di Bondowoso Alami Kendala

588
Buruh panggul pupuk bersubsidi di Gudang PT Pupuk Kaltim, Wonosari Bondowoso. (Foto: Rzq Ardians/Bharataonline)

BONDOWOSO– Proses penerapan sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) bagi petani di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur pada tahun 2018 mendatang mengalami kendala.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso H Munandar, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Hendri Widotono, menyebutkan ada permintaan data dari Kementrian Pertanian (Kementan) yang membuat kesulitan membagi antara kebutuhan pupuk untuk komuditi tanaman pangan dengan tanaman horltikultura.

“Permasalahannya di permintaan data dari Kementrian Pertanian yang terkadang aneh-aneh. Ada yang berdasarkan komuditi, ada juga yang berdasarkan luas area,” ujarnya, Selasa (10/10/2017).

Kesulitan itu, kemudian berdampak terhadap tahap entri data. Sehingga belum sepenuhnya dikirim ke Kementrian Pertanian (Kementan).

“Sebagian sudah kami entri ke pusat (Kementan) nantinya kami akan rapat di Surabaya untuk menentukan alokasi kebutuhan pupuk di tahun 2018,” papar Hendri.

Meski demikian, Ia yakin melalui sistem ini dapat memperkuat sistem informasi penyuluh pertanian sebagai data base Kementan. Sebab, e-RDKK dipandang mampu mempermudah pemantauan ataupun pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah kepada para petani.

“Penyuluh nantinya juga bisa mempertajam perencanaan alokasi pupuk agar lebih tepat sasaran dan memudahkan dalam memutuskan kebijakan pupuk bersubsidi,” terangnya.

Adapun manfaat e-RDKK jika diterapkan diantaranya yaitu dapat mengontrol jumlah pupuk yang dibutuhkan petani sesuai dengan jumlah area tanam. Memverifikasi inputing RDKK yang dibuat penyuluh. Memonitor kinerja penyuluh dalam penyusunan RDKK dan updating kelompok tani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here