PT Indah Karya Plywood Ancam Rusak Cagar Budaya di Bondowoso

639
Kepala Dinas DIkbud saat meninjau situs megalitikum yang dipindah oleh alat berat dalam perluasan lahan pabrik PT Indah Karya Plywood

BONDOWOSO – Puluhan cagar budaya berupa situs megalitikum di Dusun Daringan, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso terancam rusak, akibat semakin berkembangnya dunia industri di kabupaten yang dicanangkan menjadi kota megalitikum ini.

Pasalnya, hal tersebut diakibatkan dari perluasan pabrik yang dilakukan PT Indah Karya Plywood, yang lokasinya berada tepat di pusat peninggalan zaman megalitik, Desa Pekauman. Bahkan, akibat tangan-tangan besi alat berat, sebagian situs telah pindah dari posisi semula.

Kasus rusak dan pindahnya situs megalitikum tersebut mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso, Harimas. Menurutnya, perluasan areal pabrik triplek ini dilakukan tanpa melalui prosedur penanganan benda meghalitikum yang telah mendapat SK (Surat Keputusan) dari Gubernur Jatim.

“Ini belum ada ijin. Sudah dikonfirmasi ke bagian perijinan, memang tidak ada pengajuan,” ungkap Harimas, Senin (13/5/2019) malam.

Dikarenakan telah terjadi jual beli tanah antara pemilik lahan dan PT Indah Karya Plywood, dikatakan Harimas, pihaknya harus meminta masukan dari tim cagar budaya provinsi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

“Sudah minta masukan dari tim cagar budaya provinsi. Memang tidak bisa langsung memberikan ijin, karena cagar budaya ini disamping sudah memiliki keputusan dari Gubernur, juga masuk wilayah Bondowoso,” jelasnya. (tim/dis/rzq)

Tim Ahli Kecam Perusakan dan Pemindahan Cagar Budaya

KETUA Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur (Jatim), Endang Prasanti mengecam perluasan lahan pabrik PT Indah Karya Plywood yang merusak serta memindah cagar budaya situs megalitikum di Kecamatan Grujugan tersebut tanpa adanya ijin yang sah.

“Sesuai undang-undang, kegiatan memindahkan benda purbakala tanpa adanya ijin adalah pelanggaran hukum dan pastinya ada ancaman pidananya. Tidak boleh seenaknya memindah,” tegasnya usai melakukan peninjauan di kawasan cagar budaya di Dusun Daringan, Desa Pekauman Kecamatan Grujugan, Senin (13/5/2019).

Namun demikian, dikatakan Endang, pihaknya akan menempuh jalur mediasi dengan PT Karya Indah Plywood beserta beberapa pihak lainnya. Tindakan tersebut untuk menemukan win win solution agar bagaimana bisa bersama-sama melestarikan benda cagar budaya itu sendiri. “Intinya bukan pada proses hukum,” tukasnya.

Sedangkan, sesuai Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), dipaparkan Endang, kawasan benda purbakala di Desa Pekauman tersebut merupakan kawasan industri. Namun, di Kecamatan Grujugan itu juga ditetapkan sebagai areal situs cagar budaya.

“Seharusnya, sebelum dilakukan pembangunan pabrik, terlebih dahulu dilakukan kajian. Maka dari itu, kita perlu duduk bersama dengan banyak pihak termasuk Pemerintah daerah untuk menemukan solusinya,” ucapnya.

Mendengar kabar ada perusakan cagar budaya, Ketua Fraksi PDIP, DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat yang juga pemerhati cagar budaya mengklaim jika perluasan lahan pabrik sangat fatal. Pasalnya, perluasan lahan tersebut tanpa mengantongi ijin resmi dan merusak cagar budaya.

“Karena kita sudah ditetapkan sebgai kota megalitikum oleh Gubernur, maka konsekwensinya pihak pabrik harus bertanggung jawab terhadap peninggalan cagar budaya. Ini tidak boleh kita biarkanm,” tegasnya. 

PT Indah Karya Plywood Tak Pernah Konsultasi dengan Dinas Dikbud

KASI Kesejarahan dan Purbakala di Dinas Dikbud Kabupaten Bondowoso, Hery Kusdaryanto membenarkan bahwa, perluasan lahan pabrik PT Indah Karya Plywood tidak melibatkan Dikbud dalam hal pembelian tanah. “Seharusnya, mereka berkonsultasi dahulu dengan pihak kami untuk membeli lahan,” katanya, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, semua pihak telah mengetahui bahwa di daerah tersebut memang kaya akan situs megalitikumnya. Bahkan, dikatakan Hery, sejak jaman Belanda ditempat tersebut telah dilakukan penelitian akan cagar budaya tersebut.

“Jika mereka melakukan konsultasi sebelum membeli tanah, kita pasti akan mengarahkan dimana tempat yang aman untuk dilakukan pembangunan. Sehingga, situs megalitikum itu aman dan tidak rusak,” jelasnya.

Lebih lanjut Hery mengatakan, saat ini pihak PT Karya Indah Plywood dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), TACB Dinas Kebuadayaan dan Pariwisata Jatim serta Dinas Dikbud Bondowoso tengah melakukan pertemuan untuk melakukan mediasi dan musyawarah terkait nasib areal situs purbakala di Kecamatan Grujugan ini. “Minggu depan. Masih akan ada kajian lagi. Bersama antara tim provinsi dan pihak pabrik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here