Puluhan Jurnalis Bondowoso Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Insan Pers

Buntut Aksi Pemukulan Anggota TNI terhadap Kontributor Net TV Madiun

286
Aksi damai puluhan wartawan di Bondowoso yang mengecam kekerasan terhadap insan pers

BONDOWOSO – Puluhan wartawan media online, harian, mingguan, cetak dan elektronik yang tergabung dalam Jurnalis Bondowoso, mengutuk kekerasan terhadap insan pers. Aksi damai di seputaran Alun-alun Bondowoso, Senin (3/10/2016), merupakan buntut dari pemukulan oleh oknum TNI terhadap kontributor Net TV di Madiun Minggu 2 Oktober kemarin.

Aksi damai yang berakhir di halaman Makodim 0822 Bondowoso ini, puluhan wartawan melalui korlap aksi menyampaikan beberapa tuntutan dan mengutuk keras kekerasan anggota TNI terhadap jurnalis yang tengah melakukan peliputan.

“Jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu tidak ada pihak manapun yang boleh menghambat dan mengintimidasi, bahkan sampai melakukan kekerasan,” tegas Chuk Satu Widharsa yang juga wartawan di detik.com.

Jurnalis Bondowoso juga meminta kasus pemukulan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi TNI tentang tugas pokok prajurit dalam melindungi dan mengayomi masyarakat, karena kasus pemukulan terhadap jurnalis makin kerap terjadi.

“Kami menuntut keadilan dan menghukum anggota TNI Batalyon Infanteri 501 Raider Madiun yang melakukan penganiayaan kepada Soni Misdananto kontributor Net TV,” ujar pria yang kerap dipanggil Ichuk ini.

Pihaknya juga mendesak Dewan Pers dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) untuk melakukan upaya khusus terhadap kinerja anggota TNI.

“Hentikan tindak kekerasan terhadap pekerja media dan saya berharap kepada seluruh jurnalis di Bondowoso untuk tidak gentar melaksanakan tugasnya, termasuk di institusi militer sekalipun,” tukasnya.

Pernyataan keras juga dilontarkan oleh Friska Kalia, wartawan Portal KBR ini mengecam tindakan anarkis terhadap rekan pers. Dirinya meminta Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Sudrajat, untuk memberikan ketegasan dan dukungan terhadap apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan jurnalis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here