Punya Tanggungan Rp9,9 Miliar, Manajemen PT BIP ‘Saling Tuding’

417
Para suplier kayu sengon saat ngelurug ke gudang PT BIP

BONDOWOSO – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Bondowoso Indah Plywood (BIP) hingga kini masih memiliki tanggungan kepada supplier kayu sebesar Rp 9,9 Miliar.

Hal tersebut diketahui, setelah para supplier kayu yang berasal dari Banyuwangi, Blitar, Sragen, Jember, Bondowoso serta wilayah lainnya melurug perusahaan yang bergerak dalam pembuatan multipleks itu.

“Itu total tagihan sejak bulan Oktober 2019 lalu,” ungkap koordinator aksi supplier kayu, Nanang Sampurno, Rabu (24/6/2020).

Dikatakan supplier kayu asal Sragen ini, pihaknya menuntut agar perusahaan tersebut membayar tanggungan sebesar 30 persen untuk tagihan bulan ini.

“Masih belum ada keputusan dari pihak manajemen. Intinya masih deadlock,” jelasnya lagi.

Padahal, disampaikan koordinator aksi ini, pihak supplier telah melakukan komunikasi dengan perusahaan sejak bulan Desember 2019 lalu. Namun, hingga kini belum ada titik temu penyelesaian tanggungan yang dimiliki pabrik tersebut.

“Pihak pabrik berjanji akan membayar 10 persen untuk tagihan bulan Juni 2020 ini, tapi belum ada realisasi sama sekali. Padahal, kalau sesuai kontrak, maksimal pembayaran dua minggu setelah kayu dikirim. Kami kirimnya setiap hari,” terangnya.

Sementara, pihak manajemen PT BIP enggan memberikan tanggapan dan saling tuding ketika hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut. Bahkan, melalui pesan Whatsappnya, salah satu pihak manajemen PT BIP mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasi kepada Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Sucipto.

“Saya tidak bisa memberikan tanggapan, karena saya bukan humasnya. Semua pertanyaan teman-teman media diarahkan ke Kasi Intel Kejari,” tulis salah satu manajemen PT BIP melalui pesan Whatsappnya.

Di satu sisi, melalui pesan Whatsappnya, Rabu (25/6/2020), Kasi Intel Kejari Bondowoso mengatakan, bahwa pihaknya hanya membuat draft nota kesepakatan antara PT BIP dan pihak supplier.

“Ya, kami hanya membuat draft nota kesepakatannya saja,” pungkas Sucipto. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here