Ratusan Lembaga Paud Belum Akreditasi, Begini Upaya Pemkab Bondowoso

308
Wakil Buapti Irwan Bachtiar bersama Kepala Dinas Dikbud dan Badan Akreditasi Nasional Provinsi Jawa timur saat membuka acara sosialisasi

BONDOWOSO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus berupaya untuk mengakreditasi pendidikan anak usia dini (Paud), kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), TPA, dan STS.

Pasalnya, saat ini di Kabupaten Bondowoso tercatat hanya 14,5 persen dari 1.124 lembaga, yang telah terakreditasi. Sehingga, pemeritah setempat terus melakukan sosialisasi akreditasi lembaga Paud dan Pendidikan Non Formal (PNF).

Menurut Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, penguatan lembaga melalui akreditasi sangat penting, agar sebuah lembaga bisa diakui dan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bondowoso.

“Akreditasi ini sangat penting, karena berkaitan dengan mutu pendidikan. Akreditasi ini juga merupakan bentuk pengakuan dari Negara terhadap suatu lembaga,” katanya usai membuka acara Sosialisasi Akreditasi PAUD dan PNF BAN PAUD dan PNF Provinsi Jawa Timur, di Aula Ki Hadjar Dewantara, Selasa (23/4/2019).

Lembaga yang terakreditasi, lanjut Wabup, menjadi syarat mutlak untuk menerima bantuan dari pemerintah. Oleh karenanya, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Dikbud, terus berupaya agar semua lembaga Paud dan PNF bisa segera diakreditasi.

“Artinya, sebuah lembaga yang belum terakreditasi tidak akan diakui oleh negara. Sehingga tidak bisa mendapatkan kucuran dana bantuan dari pemerintah,” jelas Irwan Bachtiar.

Bahkan, Wabup Irwan memerintahkan Dinas Dikbud untuk mendorong semua lembaga bisa terakreditasi. Sehingga, mampu menyerap anggaran dari pemerintah.

“Dari 1.124 Lembaga yang ada, saat ini masih 14,5 persen yang sudah terakreditasi, maka dari itu kami mempunyai target harus terakreditasi,” tegasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Dikbud, Harimas mengatakan, untuk masuk kategori terakreditasi, suatu lembaga Paud harus memenuhi 8 kriteria yang menjadi syarat utama.

“Salah satu syarat lembaga yang bisa dikatakan terakreditasi, yaitu jumlah murid minimal 12 orang dan gurunya harus memenuhi kompetensi, sarana dan prasarana,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here