Rawan Penyelewengan, Kejari Bondowoso Awasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi

384
Kasi Intel Bondowoso menyampaikan keluhan petani dalam kegiatan evaluasi alokasi pupuk bersubsidi di aula Pemkab Bondowoso.

BONDOWOSO- Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso terus dipantau oleh Kejaksaan Negeri setempat. Hal ini dilakukan, untuk antisipasi penyelewengan pendistribusian pupuk bersubsidi khusunya saat ini petani mulai sulit mendapatkan pupuk bantuan dari pemerintah ini.

Menurut Kasi Intel Kejari Bondowoso, Hadi Marsudiono, saat ini mulai banyak keluhan dari petani yang mulai kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, meskipun telah menjadi anggota kelompok tani.

“Ternyata pada saat saya membutuhkan pupuk di kios, ternyata kios menyatakan selalu habis, padahal saya sudah masuk dalam kelompok tani. Tetapi kenapa selalu habis,” ungkap Hadi menyampaikan aspirasi petani yang sangat membutuhkan pupuk, Jumat (29/9/2017).

Sementara, Kepala Kejari Bondowoso, Taufik Hidayat mengaku pihaknya tengah melakukan cek dan ricek ke bawah, apakah informasi yang disampaikan oleh petani itu benar.

“Kita masih lakukan puldata dan pulbaket dulu untuk memastikankebenarannya,” katanya usai kegiatan evaluasi alokasi pupuk bersubsidi di aula Pemkab Bondowoso.

Penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi, lanjut Taufik, harus terlebih dahulu diminimalisir ditingkat pengecer. Sebab, pengecer di tingkat kios harus menjual kepada petani yang masuk dalam Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Setiap pengecer harus menyalurkan pupuk bersubsidi berdasarkan RDKK dan harus ada pembukuannya. Jika tidak ada, berarti itu melanggar peraturan menteri dalam negeri nomer 15 tahun 2015, dan akan mendapatkan sanksi administratif, seperti dicabut ijinnya dan SIUPnya,” tegasnya.

Permasalahan pupuk bersubsidi ini, terjadi dibeberapa kecamatan di Bondowoso, diantaranya Kecamatan Cermee, Botolinggo, Prajekan dan Pakem. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here