Rusak Cagar Budaya, Pemkab Bondowoso Hentikan Pembangunan PT Indah Karya Plywood

284
Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso saat berfoto bersama dengan perwakilan BPCB Trowulan Mojokerto dan Kepala Dinas DIkbud

BONDOWOSO – Perluasan pabrik PT Indah Karya Plywood di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan, akhirnya dihentikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

Penghentian kegiatan pembangunan untuk perluasan pabrik triplek itu, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto serta kecaman dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang ramai beberapa waktu lalu.

“Pihak Pemkab Bondowoso telah melakukan pertemuan dengan pihak pabrik beserta BPCB. Kami pun telah mendengarkan pemaparan kajian dari tim ahli cagar budaya dan sudah memutuskan tidak boleh lagi ada aktivitas pembangunan perluasan di wilayah cagar budaya,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat di Pendopo Bupati, Rabu (22/5/2019), usai mendengarkan pemaparan BPCB.

Bahkan dari pertemuan tersebut, dikatakan Irwan Bachtiar, Pemkab Bondowoso dengan tegas menuntut agar PT Indah Karya Plywood mengembalikan keadaan situs megalitikum di Desa Pekauman sama seperti sebelum ada pembangunan.

“Mau tidak mau harus dikembalikan seperti posisi semula. Akan ditata ulang dan itu sudah menjadi kesepakatan,” tegas Wabup kelahiran Bondowoso ini.

Kedepan, imbuh Irwan, tanah yang telah menjadi hak milik PT Indah Karya Plywood itu akan diambil alih oleh Pemkab Bondowoso, dan akan dibangun sebagai museum megalitikum.

“Ini nanti akan menjadi pembicaraan kita. Mungkin ada kebijakan Pemkab nantinya, kita mengganti dengan tanah eks Pemerintah yang lokasinya tidak jauh dari sana,” jelas politisi PDI-P Bondowoso ini.

Sementara, anggota TACB Provinsi Jatim, Blasius Suprapta mengatakan, bahwa pihaknya akan membantu untuk mengembalikan situs megalitikum yang sempat dipindah oleh PT Indah Karya Plywood, seperti keadaan dan posisi semula.

“Saya kemarin sudah wanti-wanti dengan keras agar titik-titik benda cagar budaya yang dipindah agar tidak di buldozer. Kami juga ada dokumentasi-dokumentasi letak dan arah situs tersebut,” pungkas pria yang sehari-harinya juga menjadi Dosen di Universitas malang ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here