Rusdi Hasan, Wajah Baru Politisi PDI-P di DPRD Bondowoso

570
Bupati Bondowoso saat memberikan ucapan selamat kepada Rusdi Hasan yang baru saja dilantik menjadi anggota DPRD (foto : rizqi/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Roda politik di Kabupaten Bondowoso terus berputar, seiring majunya dua pimpinan DPRD dalam kontestasi politik pemilihan bupati tahun 2018 ini. Perputaran di kursi pimpinan pun bergulir, sejak dilantiknya Ketua dan Wakil Ketua DPRD baru menggantikan Ahmad Dhafir dan Irwan Bachtiar.

Bahkan, saat ini DPRD Bondowoso baru saja melantik dan mengambil sumpah jabatan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD. Yakni, Mohamad Sinol dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Rusdi Hasan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Dilantiknya dua politisi kawakan ini diharapkan bisa cepat beradaptasi dan memahami tugas dan fungsinya sebagai mitra kerja pemerintah (eksekutif) serta menyerap aspirasi masyarakat untuk diwujudkan melalui kinerja nyata untuk kesejahteraan rakyat.

Semisal Rusdi Hasan, yang sudah getol dan akrab dengan dunia politik sejak 20 tahun silam. Pengusaha ‘frozen food’ ini, nampaknya begitu bersemangat ingin menyelami amanah yang saat ini diembannya, sebagai wakil rakyat.

Tak tanggung-tanggung, owner dari Kerajaan Food ini ingin terus mengasah kemampuan dan ilmu pengetahuan untuk bisa memahami tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD di Komisi III.

“Saat ini saya masih berproses untuk bisa menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat. Tentu saya akan tetap mengikuti apa yang menjadi fokus kerja Komisi III dan memikirkan formulasi yang pas dalam menyerap aspirasi masyarakat,” katanya, Senin (7/5/2018) saat dikonfirmasi di kediamannya.

Salah satu pendiri partai ini, juga menyatakan misinya sebagai seorang anggota DPRD untuk diaplikasikan kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan langsung dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, layaknya seorang pelayan kepada majikannya.

“Artinya, saya menginginkan ada pelayanan prima kepada masyarakat, terutamanya di daerah pemilihan (dapil) 1, yang masyarakatnya multi profesi dan kompleks. Selain legislasi, budgeting dan pengawasan, saya harus cepat berdaptasi, mengetahui permasalahan di masyarakat, menyerap aspirasi, menghimpun dan segera ditindaklanjuti,” ujar pria kelahiran 24 September 1969 ini.

Rusdi Hasan bersama isteri usai pelantikan di aula graha paripurna DPRD Bondowoso

Totalitas Seorang Rusdi Hasan untuk Memenangkan Paslon SABAR

SOSOK Rusdi Hasan, yang baru dilantik menjadi anggota DPRD menyatakan totalitasnya untuk memberikan dukungan penuh untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, KH Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar (SABAR) dalam kontestasi Pilkada serentak Juni mendatang.

Secara blak-blakan, pria yang sukses dengan usaha ‘frozen food’ ini, tidak pernah perhitungan untuk memberikan yang terbaik untuk PDI-P dan memenangkan SABAR. Bahkan, penggagas Satuan Tugas (Satgas) partai banteng moncong putih ini, tidak pernah absen mengikuti penyampaian visi dan misi pasangan SABAR.

“Sementara ini, saya sudah berbuat apa yang bisa membuat PDI-P sukses. Prosesnya mulai dari bawah, saya sudah melakukan dan memberikan yang terbaik bagi partai. Semisal, Satgas partai PDI-P yang saat ini sudah bisa mengamankan kegiatan partai dan setiap kampanye SABAR,” ujarnya.

Pengabdian dan apa yang pernah diberikan oleh sosok pendiri PDI-P di Bondowoso ini, hanya sebagian kecil saja. Menurutnya, masih banyak yang perlu dilakukan untuk membesarkan partai, dan memenangkan pasangan SABAR untuk memimpin Bondowoso.

“Saya tidak pernah itung-itungan, untuk selalui hadir dalam setiap kampanye SABAR. Dimanapun itu, sehari sebelum kegiatan berlangsung, saya selalu datang dan meninjau lokasi kampanye. Tak perduli meskipun lokasinya ada di Dapil lain,” ungkapnya.

Yang lebih penting, lanjutnya, bagaimana memenangkan SABAR dengan menggalang suara dari masyarakat. Oleh karena itu, dirinya yang saat ini ada di Dapil 1 terus melakukan pendekatan secara emosional kepada warga, dan terus mengedepankan etika dalam berpolitik.

“Warga di Dapil 1, sebagian besar adalah pemilih cerdas yang berbeda dengan warga di desa. Jadi, perlu strategi dan etika politik yang cantik untuk meraup suara dan dukungan bagi pasangan SABAR. Jangan sampai seperti di desa-desa, dengan memberikan tekanan kepada warga,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here