Sambut Tol Probowangi, Dinas PUPR Bondowoso Mulai Bahas KLHS RDTR

1219
Kepala Bidang Cipta dan Tata Ruang Dinas PUPR, Syahrial Farry saat menggelar Konsultasi Publik KLHS

BONDOWOSO – Guna memastikan rencana tata ruang yang ramah lingkungan dan mengendalikan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan daya dukung lingkungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso menggelar Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), di Aula Dinas setempat, Selasa (18/11/2019).

Kajian tersebut juga dilakukan untuk menyambut pembangunan jalan tol Probolinggo –Banyuwangi yang diprediksi dengan exit tol di Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu, Dinas PUPR mengkaji penerapan KLHS di tiga kawasan perkotaan yang tersebar di Kecamatan Prajekan, Klabang dan Tapen.

Kajian ini ni dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pembangunan suatu wilayah, serta penyusunan kebijakan dan program pemerintah ke depan.

Menurut Plt Kepala Dinas PUPR melalui Kepala Bidan Cipta Karya dan Tata Ruang, Syahrial Farry mengatakan, KLHS harus dilakukan dalam penyusunan dan evaluasi rencana tata ruang wilayah, rencana pembangunan jangka menengah dan panjang, kebijakan dan program yang berpotensi menimbulkan dampak dan atau risiko terhadap lingkungan hidup.

Oleh karena itu, Dinas PUPR mulai menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk merinci tentang tata ruang wilayah kawasan perkotaan yang ada di kecamatan kawasan utara Kabupaten Bondowoso.

“Pada dasarnya, semua kegiatan termasuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada tahun ini kita terapkan pada Kecamatan Prajekan, Tapen dan Kecamatan Klabang, itu masih memerlukan kajian,” ungkap Syahrial Farry.

Menurutnya, KLHS tersebut dilakukan di tiga kawasan perkotaan yang dipilih oleh Dinas PUPR, dikarenakan menjadi landasan utama pembangunan jalan tol yang sebentar lagi akan di bangun oleh pemerintah.

“Sebenarnya kami harus melakukan kajian pada kawasan perkotaan, namun demikian dipilih tiga titik kawasan untuk menyikapi perkembangan yang cukup pesat mengingat adanya jalur nasional jalan tol yang rencananya melalui kawasan Probolinggo-Banyuwangi. Dan dari tiga kawasan tersebut, paling dominan dipengaruhi oleh perkembangan karena dimungkinkan exit tol berada didaerah utara, yakni Prajekan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Tata Ruang, Umar Mahfud mengatakan, dari tiga kawasan perkotaan tersebut, tidak serta merta desa yang ada masuk dalam lokasi KLHS.

“Tidak semua desa di tiga kecamatan tersebut masuk dalam KLHS. Karena yang kita pilih hanya yang masuk kawasan perkotaan saja,” tukasnya.

Sekedar diketahui, desa yang masuk kawasan perkotaan dari tiga kecamatan tersebut diantaranya, Desa Prajekan Lor dan Prajekan Kidul Kecamatan Prajekan. Kemudian unttuk Kecamatan Klabang, Desa Besuk, Klampokan, Sumbersuko, Klabang dan Blimbing. dan untuk Kecamatan Tapen yakni Desa Tapen, Cindogo, Gunung Anyar, Jurang Sapi dan Kalitapen. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here