Satgas Pemantau THR Pastikan Perusahaan di Bondowoso Berikan THR

226
Satgas THR Bondowoso saat lakukan monitoring ke salah satu perusahaan di Bondowoso

BONDOWOSO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Satuan Tugas (Satgas) pemantau Tunjangan Hari Raya (THR) dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM, PTSP dan TK) Kabupaten Bondowoso melakukan monitoring kepada 15 perusahaan.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Hubin dan Jamsosnaker) di Dinas PM, PTSP dan TK Kabupaten Bondowoso, Totok Haryanto, monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan-perusahaan yang ada di daerah penghasil kopi ini tidak terlambat dalam membayarkan THR kepada karyawannya.

“Karena jika terlambat, sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur (Jatim), ada sanksi administrasi sebesar 5 persen dari THR yang akan diberikan,” jelasnya, Rabu (15/5/2019), diruangannya.

Namun demikian, dikatakan Totok, selama 2 hari melakukan monitoring ke beberapa perusahaan di Kabupaten Bondowoso, sudah ada beberapa perusahaan yang telah membayarkan hak karyawannya berupa THR ini.

“Hasil dari monitoring selama 2 hari, kemarin dan hari ini, perusahaan-perusahaan swasta sudah memastikan sebelum H-7 perayaan hari raya Idul Fitri 1440 H sudah membayarkan THR kepada karyawannya. Bahkan, sudah ada beberapa yang memberikan hak karyawan tersebut,” jelasnya.

Seperti diketahui, pemberian THR tahun ini masih mengacu pada aturan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 tahun 2016. Dalam peraturan tersebut THR diberikan kepada pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja satu bulan, selebihnya perusahaan wajib memberikan THR.

Pada ayat 2, disebutkan THR juga wajib diberikan kepada pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Untuk besarannya, pekerja yang memiliki masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, maka diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan. Masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan upah. Pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR 1 bulan upah.

Selain itu, besaran THR pekerja lepas yang memiliki masa kerja 12 bulan atau berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, mendapatkan upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here